KETIK, SLEMAN – Optimisme baru menyelimuti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman. Pelantikan Funtu Rahmatu sebagai Sekretaris Dinas dan Rini Dwi Astuti sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, Senin 13 Juli 2026, bukan sekadar rotasi rutin.
Langkah ini menjadi cerminan komitmen Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam mengakselerasi transformasi pelayanan publik yang lebih inklusif dan humanis.
Inovasi Berbasis Meritokrasi
Bupati Harda Kiswaya menekankan bahwa kunci keberhasilan sebuah daerah terletak pada kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh warganya. Dengan mengintegrasikan data performa administratif dan uji kompetensi yang ketat, Pemkab Sleman kini mengedepankan prinsip sistem merit.
Kebijakan ini merupakan bentuk investasi pada sumber daya manusia. Dengan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, pemkab Sleman berupaya menghilangkan hambatan birokrasi yang sering kali menyulitkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.
Baca Juga:
DPR RI Turun Tangan, Penambang Ilegal hingga Pendaki Liar Gunung Merapi Jadi Sorotan"Garis besarnya adalah kepatuhan penuh terhadap sistem yang berjalan. Kita ingin penataan birokrasi yang jauh lebih baik," ujar Bupati Harda menegaskan komitmennya dalam perombakan tersebut.
Ia menambahkan, selaku Bupati Sleman dirinya ingin memastikan bahwa setiap warga mendapatkan layanan yang cepat, transparan, dan memudahkan mereka dalam urusan administrasi kependudukan.
Transformasi Menuju Pelayanan Tanpa Sekat
Baca Juga:
Ajak Peserta Prolanis Hidup Bugar BPJS Kesehatan Cabang Sleman Kenalkan Metode Jalan Interval 335 dalam Rangka HUT ke-58Penunjukan Funtu Rahmatu, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, dianggap sebagai langkah taktis. Pemahamannya yang mendalam terhadap alur pelayanan di lapangan menjadi modal berharga untuk menyederhanakan proses birokrasi di level internal.
Harapannya, kolaborasi yang dilakukan ada dapat menghadirkan ekosistem pelayanan di Dukcapil Sleman yang proaktif, di mana instansi tidak sekadar menunggu warga datang, tetapi menjemput bola untuk pemenuhan hak administrasi penduduk.
Selain itu, pelayanan dituntut lebih adaptif terhadap tantangan teknologi digital sehingga masyarakat bisa mengakses layanan kapan saja dan di mana saja.
Lebih dari sekadar urusan administrasi, pelayanan juga harus bersifat humanis dengan mengedepankan keramahan serta kemudahan akses, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia atau warga di wilayah pelosok.
Harapan untuk Masa Depan Sleman
Langkah Pemkab Sleman ini memberikan sinyal positif bagi tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.
Bagi warga, perubahan ini bukan hanya tentang siapa yang memimpin, melainkan tentang bagaimana proses pengurusan dokumen dari akta kelahiran, kartu keluarga, hingga kartu identitas anak bisa menjadi pengalaman yang jauh lebih nyaman dan efisien.
Dengan komitmen kuat dari pimpinan dan semangat baru dari para pejabat terlantik, masyarakat kini memiliki alasan untuk lebih percaya bahwa pelayanan publik di Sleman akan terus membaik.
"Saya minta pejabat terlantik agar amanah mengemban jabatan barunya dengan berorientasi pada optimalisasi layanan masyarakat serta berkolaborasi untuk memastikan setiap program dapat dilaksanakan dengan maksimal," pesan Bupati Sleman Harda Kiswaya.
Ia tegaskan, ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir dan terus bergerak untuk memberikan solusi nyata bagi kebutuhan dasar warganya. (*)