KETIK, JOMBANG – Musim haji tak hanya menghidupkan aktivitas ibadah, tetapi juga menggeliatkan roda ekonomi warga. Di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, usaha kerajinan tasbih manik-manik milik Nur Wakid kebanjiran pesanan.

Permintaan tasbih sebagai oleh-oleh haji meningkat signifikan. Nur Wakid menyebut, lonjakan pesanan bisa mencapai sekitar 70 persen dibanding hari biasa.

“Kalau musim haji seperti sekarang, pesanan naik cukup drastis. Banyak yang beli untuk oleh-oleh,” ujar Nur Wakid saat ditemui di rumah produksinya, Rabu, 29 April 2026.

Tasbih manik-manik memang menjadi salah satu buah tangan favorit jemaah haji. Selain praktis, harganya relatif terjangkau dan mudah dibawa dalam jumlah banyak. Tak heran, dalam sekali pembelian, satu orang pelanggan rata-rata membeli antara 100 hingga 150 tasbih.

Menurut Nur Wakid, produknya memiliki keunikan tersendiri. Bahan baku tasbih berasal dari limbah yang diolah kembali menjadi kerajinan bernilai tinggi. Proses ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk yang tampak eksklusif.

Baca Juga:
Bus Jemaah Haji Indonesia Asal Probolinggo Kecelakaan di Madinah, Seluruh Penumpang Selamat

“Bahan dasarnya dari limbah, tapi diolah lagi jadi kerajinan yang punya nilai jual tinggi,” katanya.

Harga tasbih pun bervariasi, mulai dari Rp7.000 hingga Rp100.000 per buah. Perbedaan harga ditentukan oleh jenis bahan, motif, serta tingkat kerumitan pengerjaan.

Dalam proses produksinya, satu tasbih bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 15 menit. Namun, untuk motif tertentu yang lebih rumit, waktu pengerjaan bisa lebih lama.

Menariknya, tren tasbih juga mengalami perubahan mengikuti selera pasar. Untuk musim haji tahun ini, tasbih manik-manik transparan menjadi produk yang paling diminati.

Baca Juga:
Saat Dunia Batuk, Dompet Ikut Demam karena Biaya Hidup Makin Mahal

“Sekarang yang lagi tren itu tasbih transparan. Banyak yang cari model itu,” ungkapnya.

Tak hanya melayani pasar lokal, usaha milik Nur Wakid juga telah menembus pasar nasional hingga internasional. Produk tasbih dari Jombang ini dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke luar negeri melalui seperti Malaysia, Thailand, dan Taiwan.

Salah satu pembeli, Tantri Indah Rahmawati (35), warga Kediri, mengaku sengaja datang untuk mencari tasbih sebagai buah tangan haji. Ia tertarik karena bentuknya yang unik dibanding tasbih pada umumnya.

“Saya cari oleh-oleh haji. Tasbih manik-manik ini unik, beda dari yang lain,” ujarnya.

Menurut Tantri, tasbih dengan desain menarik memberi kesan lebih istimewa saat dibagikan kepada keluarga dan kerabat. Selain itu, variasi warna dan model membuatnya bisa menyesuaikan dengan selera penerima. (*)