Mudyiono: Banyak Kenangan di Sini yang Akan Saya Rindukan

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

20 Mei 2024 10:03

Headline

Thumbnail Mudyiono: Banyak Kenangan di Sini yang Akan Saya Rindukan
Mudyiono berdiri di depan rumahnya yang akan ditinggalkan. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Inilah sosok Mudyiono, warga Jemur Gayungan I yang harus pindah dari rumahnya karena proyek pembebasan lahan di Bundaran Taman Pelangi atau biasa disebut bundaran dolog. 

Pria yang sudah tinggal di Bundaran Dolog sejak tahun 1960-an tersebut tentu mengaku cukup sedih harus meninggalkan rumahnya yang terkena proyek Pemkot Surabaya tersebut. Banyak kenangan indah yang diukir selama tinggal di rumahnya.

"Kalo dibilang sedih ya, sedih. Di sini kan saya mulai kecil terus kemudian besar, habis itu membina rumah tangga hingga sudah punya cucu sekarang," jelas Mudyiono kepada jurnalis Ketik.co.id.

"Yang pasti saya bakal rindu dan kangen sama suasana disini dan juga para tetangga," sambungnya.

Baca Juga:
Budiman Bongkar Dosa Lama PT Poleko Yubarsons: Lahan Habis, Ganti Rugi Nol

Sambil menyeruput secangkir kopi, Mudyiono bercerita ia sebenarnya berasal dari Madiun, yang kemudian mengikuti orang tua pindah ke Surabaya sekitar tahun 1960-an. Pada saat itu tempat tinggalnya tidak berada di tengah jalan raya seperti saat ini. 

"Dulu pembangunannya belum sepesat ini dan gang saya ini tidak berada di tengah jalan seperti sekarang," tambahnya.

"Dulu jalan raya hanya ada di sisi timur saja dan sisi barang masih berupa tanah kosong," imbuhnya.

Kakek dengan 10 cucu ini menuturkan untuk menghidupi keluarganya selama ini dirinya berprofesi sebagai tukang bangunan. Rumahnya pun tidak tampak seperti saat ini. Dahulu rumah peninggalan orang tuanya masih sederhana hingga kemudian ia memperbaikinya sedikit demi sedikit.

Baca Juga:
Dana Ganti Rugi Rumpon Rp21 Miliar Belum Disalurkan, Bupati Sampang Jadi Sorotan

Berbicara mengenai proyek pemerintah, ia sebagai warga sebenarnya mendukung asal ganti rugi yang diberikan cocok agar dirinya bisa melanjutkan kehidupan keluarganya di tempat yang baru. Walaupun memang tidak bisa dipungkuri rasa sedih dan berat masih terasa jika ia harus meninggalkan rumahnya yang penuh dengan kenangan.

"Ya saya sih mendukung saja rencana Pemkot asal sesuai kesepakatakan. Itu saja, jadi saya bisa beli rumah yang baru," paparnya.

Mudyiono sendiri mengaku sudah menerima ganti rugi dari Pemkot Surabaya sebesar Rp, 1,5 miliar. Uang tersebut ia gunakan untuk membeli rumah baru di kawasan Tanggulangin, Sidoarjo. Dirinya memilih daerah tersebut agar bisa dekat dengan anak dan cucu yang juga tinggal di kawasan Sidoarjo.

"Saya cari rumah di sekitar sini belum ada yang cocok. Jadi bersama istri memutuskan untuk pindah ke Tanggulangin saja agar dekat dengan anak cucu," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Percepat Zero Stunting, Pj Wali Kota Malang Apresiasi Keberhasilan Puskesmas Rampal Celaket

Baca Selanjutnya

Peringati Harkitnas ke-116, Plh Gubernur Jatim Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi

Tags:

Bundaran Dolog Proyek Pemkot Surabaya Ganti Rugi Mudyiono Jemur Gayungan I

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar