KETIK, MALANG – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar rapat koordinasi bersama seluruh dosen terkait persiapan perkuliahan tahun ajaran baru 2026/2027 pada Selasa, 11 Agustus 2026 di Lantai 2 Gedung D UIN Malang. Kegiatan ini menjadi bentuk upaya untuk memberikan pembelajaran yang lebih maksimal dari tahun-tahun sebelumnya.
Pada ajaran baru 2026/2027, Fakultas Syariah UIN Malang telah mempersiapkan kegiatan belajar mengajar dengan rancangan pembelajaran yang adaptif dan inklusif di era zaman semakin berkembang. Tahun ini, Fakultas Syariah menerima 808 orang, di antaranya 660 yang sudah daftar ulang dan 148 masih proses.
Terdapat beberapa program prioritas utama pada tahun ini, mulai pembuatan buku ekoteologi per prodi, pemilihan dosen berprestasi, diskusi rutin bulanan, akreditasi ACQUIN HES dan HTN 2026-2027, akreditasi BAN-PT HES 2027, dan penguatan kelompok studi mahasiswa.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa di tahun ajaran 2026/2027 ini diharapkan jenjang sarjana (S1) bisa memberikan output kompetensi yang relevan pada keilmuan. Sehingga, nantinya setelah lulus, para mahasiswa bisa bekerja dengan profesi yang relevan.
"Harapan kita, output S1 itu adalah memiliki kompetensi keilmuan yang relevan dengan bidang studi yang dia ampu dan pada akhirnya, dia bekerja atau bekerja di wilayah yang relevan dengan dia. Misalnya, orang di ambil Fakultas Hukum Keluarga Islam, ya menjadi orang bekerja di pengadilan, bukan menjadi peneliti tentang isu-isu tentang keluarga, entah isu family, issue family," ujarnya
Baca Juga:
Bikin Panik! Piton 2 Meter Masuk Rumah Warga Lowokdoro, Damkar Kota Malang Gercep EvakuasiSementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menyampaikan terkait beberapa hal yang perlu ditekan dalam perkuliahan tahun 2026/2027, mulai dari memoerkuat kurikulum OBE. Kemudian juga setiap produ menyusun RPS yang mengacu pada pencapaian Jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (JPMK) dan Jam Pelajaran program studi.
"Kemudian juga RPS yang dibuat, yang disampaikan kepada mahasiswa itu adalah RPS yang sudah disusun oleh Prodi, sehingga semua mata kuliah itu mengacu kepada pencapaian Jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (JPMK) dan Jam Pelajaran program studi," jelasnya.
Yang kedua, mahasiswa akan diarahkan pada pembelajaran yang mengeksplorasi kemampuan dan tidak lagi bertumpu pada guru dengan pola bimbingan bedasarkan prinsip-prinsip pembelajaran dan kurikulum OBE.
Baca Juga:
Ribuan Maba Serbu Kota Malang, Dishub Minta Kampus Ikut Atur Lalu LintasYang ketiga, para dosen akan diberikan insersi kurikulum berbasis jinta dan juga ekoteologi yang sesuai dengan bidang kompetensi pada tiap prodi. Serta yang terakhir, pembelajaran dengan model memberikan proyek uang ditindaklanjuti oleh mahasiswa dengan riset dan membuat laporan.
"Berarti nanti insersi pada mata kuliahnya maupun modul untuk HKI yang berbasis pada bagaimana ekoteologi itu sesuai dengan Prodi Hukum Keluarga Islam. Demikian juga dengan Hukum Ekonomi Syariah maupun Hukum Tata Negara, " tutur Prof. Umi Sumbulah.
"Laporan akademik bentuknya bisa macam-macam, bisa karya ilmiah, bisa karya ilmiah populer, bisa dalam bentuk konten digital dan seterusnya yang itu menunjukkan adanya proyek yang dilaksanakan oleh mahasiswa dengan bimbingan para dosen," imbuhnya.
Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H., juga menyampaikan agar mahasiswa dapat digencarkan pada pengembangan minat, bakat, kreativitas, kepemimpinan, dan soft skill. Tak hanya itu, keterlibatan alumni dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan juga menjadi salah satu hal utama dalam perencanaan pembelajaran tahun ajaran baru 2026/2027.
Ia menyebutkan pada bidang kemahasiswaan akan diarahkan pada tiga kata kunci, yakni pembinaan, prestasi, dan pengembangan mahasiswa. Sehingga, para mahasiswa dapat memperoleh kesempatan untuk mengambil peluang pada prestasi tingkat regional, nasional dan internasional.
Tak hanya itu, soft skill saat ini juga menjadi salah satu yang diupayakan bisa dimiliki oleh mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang. Dengan soft skill, para mahasiswa bisa lebih siap untuk memasuki dunia kerja.
Melalui rapat koordinasi persiapan perkuliahan tahun ajaran baru 2026/2027, Fakultas Syariah berkomitmen untuk dapat menghadirkan proses pembelajaran yang bukan hanya baik tapi juga dapat memudahkan para mahasiswa untuk mencetak prestasi.(*)