Menuju UNESCO Global Geopark, Bojonegoro Perkuat Filosofi dan Peran Masyarakat

Jurnalis: Sukiman
Editor: Muhammad Faizin

20 Jan 2026 10:00

Thumbnail Menuju UNESCO Global Geopark, Bojonegoro Perkuat Filosofi dan Peran Masyarakat
Wakil Presiden UNESCO Global Geopark, Prof Ibrahim Komoo saat memaparkan sejarah Geopark Asia Tenggara. (Foto: Humas Pemkab Bojonegoro)

KETIK, BOJONEGORO – Sarasehan persiapan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan UNESCO Global Geopark (UGGp) menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman konseptual pengelolaan geopark berstandar internasional. Kegiatan yang digelar Senin, 19 Januari 2026 itu tidak hanya berfungsi sebagai ajang konsolidasi, tetapi juga ruang pembelajaran langsung dari para pakar global.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar sarasehan tersebut di Hotel Aston Bojonegoro dengan melibatkan beragam unsur masyarakat. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, pelaku UMKM, pelajar, hingga perwakilan komunitas lokal yang selama ini bersentuhan langsung dengan potensi geopark.

Forum ini menghadirkan Wakil Presiden UNESCO Global Geopark, Prof. Ibrahim Komoo, sebagai narasumber utama. Ia memberikan pembekalan mendalam mengenai filosofi dan prinsip dasar pengelolaan geopark yang diakui secara global.

Prof. Ibrahim Komoo menjelaskan bahwa geopark yang ideal harus dibangun di atas tiga pilar utama yang saling terintegrasi, yakni pelestarian warisan (heritage conservation), pembangunan masyarakat (community development), dan pengembangan ekonomi (economic development).

Baca Juga:
Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Menurutnya, geopark bukan sekadar destinasi wisata geologi, melainkan sebuah sistem pengelolaan wilayah yang menjaga warisan geologi bernilai internasional sekaligus menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Ia juga memaparkan sejarah perkembangan geopark di Asia Tenggara. Langkawi di Malaysia menjadi UNESCO Global Geopark pertama di kawasan Asia Pasifik pada 2007, disusul pembentukan Asia Pacific Geoparks Network (APGN) pada 2008 sebagai forum kolaborasi antar geopark.

“Hingga tahun 2026, kawasan Asia Tenggara memiliki puluhan geopark, dengan komposisi 12 geopark di Indonesia, empat di Vietnam, empat di Malaysia, dua di Thailand, dan satu di Filipina,” jelas Prof. Ibrahim.

Dalam konteks menuju pengakuan UNESCO, Prof. Ibrahim menekankan pentingnya perencanaan yang matang sejak tahap awal. Ia menyebut jejaring strategis dengan geopark yang telah berstatus UGGp serta perlindungan warisan geologi sebagai fondasi utama yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga:
Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Ia juga memaparkan sejumlah indikator yang menjadi fokus evaluasi UNESCO, antara lain keberadaan geopark secara de facto, nilai ilmiah warisan geologi, keberfungsian badan pengelola, pendekatan bottom-up yang melibatkan masyarakat, serta keberlanjutan ekonomi kawasan.

Sementara itu, Pakar Pendidikan Prof. Norzaini Azman menyoroti peran krusial pendidikan dan perempuan dalam memperkuat sistem geopark. Menurutnya, pendidikan geopark bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, keterampilan, serta perubahan sikap masyarakat dalam menjaga kelestarian.

“Pendidikan merupakan teras utama dalam falsafah geopark dan harus dipadukan dengan seluruh aspek pendukung,” ujarnya.

Prof. Norzaini juga menekankan pentingnya penyediaan media informasi yang mudah dipahami masyarakat. Media tersebut dapat berupa panel edukasi di geosite, kunjungan siswa ke kawasan geopark, brosur, hingga papan informasi yang komunikatif dan edukatif.

Selain pendidikan, peran perempuan dinilai sangat strategis dalam sistem sosial geopark, khususnya sebagai penjaga nilai pelestarian, pendidik keluarga, dan penggerak komunitas. Penguatan peran perempuan diyakini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam menjaga warisan geologi dan lingkungan.

Melalui sarasehan ini, Geopark Bojonegoro diharapkan tidak hanya siap secara administratif menghadapi proses penilaian UNESCO, tetapi juga kuat secara filosofi, edukasi, dan keterlibatan masyarakat sebagai fondasi menuju geopark berkelas dunia yang berkelanjutan.

Baca Sebelumnya

Lebak Capai 99 Persen KTP-el, Wabup Tekankan Layanan Lebih Baik

Baca Selanjutnya

SDN 1 Batuporo Timur Diduga Manipulasi Data, Terdaftar di Dapodik Namun Tak Miliki Siswa

Tags:

#Sarasehan Geopark Bojonegoro menuju unescoo #kunjungan kerja wisata #Prof Ibrahim jelaskan sejarah Geopark Asia #Saat mengisi sarasehan di Bojonegoro Wakil Presiden UNESCO Global Geopark Ibrahim Komoo

Berita lainnya oleh Sukiman

Hadiri Halalbihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Pengawasan Anak di Dunia Digital

14 April 2026 16:59

Hadiri Halalbihalal MUI, Kapolres Bojonegoro Ingatkan Pengawasan Anak di Dunia Digital

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

14 April 2026 15:30

Pesan Penting Ketum PJI di Balik Meriahnya HUT Ke-1089 Nganjuk

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

14 April 2026 15:10

Bangga! Bojonegoro Raih Dua Penghargaan Prestisius TOP BUMD Awards 2026

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

13 April 2026 18:15

Seleksi Paskibra Bojonegoro 2026 Kian Ketat, 175 Peserta Lanjut ke Tahap Krusial

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

13 April 2026 17:50

Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Bansos Rp8,32 Miliar

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

12 April 2026 19:02

Bocah Jenius Bojonegoro Dapat Laptop dari Kapolres

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar