Meninggal di Hari Jumat Termasuk Tanda Husnul Khatimah, Benarkah?

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Muhammad Faizin

26 Jan 2024 07:28

Thumbnail Meninggal di Hari Jumat Termasuk Tanda Husnul Khatimah, Benarkah?
Ilustrasi meninggal pada hari Jumat. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Hari Jumat merupakan waktu yang dinanti-nanti oleh umat Islam. Pasalnya, umat Nabi Muhammad SAW meyakini Jumat sebagai hari yang penuh kemuliaan, keutamaan, dan ampunan.

Dikatakan pula, meninggal pada waktu tersebut menjadi tanda-tanda meninggal dalam keadaan baik alias tanda husnul hatimah. Lantas, benarkah pernyataan tersebut?

Yuk, simak ulasan berikut! 

Penasehat Asrama Alhuda Pondok Pesantren Attarmasi Pacitan, Faidholloh Muqtafi membenarkan hal itu.

Baca Juga:
Jelang Syawalan Kaliwungu, Deretan Wahana Permainan Mulai "Serbu" Alun-Alun Kendal

Di antara tanda-tanda husnul khatimah sebagaimana disebutkan para ulama adalah meninggal di hari Jumat atau pada malam Jumat.

Faidholloh Muqtafi menyebut, pernyataan itu diperkuat dalam salah satu riwayat hadis oleh Abdullah bin Amr RA, bahwa seseorang yang meninggal di hari Jumat akan terlindungi dari siksa kubur.

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tidak ada seorang Muslim pun (laki-laki atau perempuan, anak kecil atau pun dewasa) meninggal dunia pada hari Jumat atau pada malam Jumat. Melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur,” jelas putra Kiai Ibnu Salam itu.

Baca Juga:
Menelusuri Makam Wali dan Ulama Besar di Perbukitan Jabal Kaliwungu Kendal

Sementara itu, papar Gus Yafi sapaan akrabnya mengacu pandangan Syekh Abdur Rauf al-Manawi terkait mengapa wafat di hari atau malam Jumat mendapat keutamaan. Dalam keterangannya dijelaskan, sesuai kitab Faidl al-Qadir sebagai berikut.

ـ (ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله تعالى فتنة القبر) لأن من

مات يومها أو ليلتها فقد انكشف له الغطاء لأن يومها لا تسجر فيه جهنم وتغلق أبوابها ولا يعمل سلطان النار ما يعمل في سائر الأيام فإذا قبض فيه عبد كان دليلا لسعادته وحسن مآبه لأن يوم الجمعة هو اليوم الذي تقوم فيه الساعة فيميز الله بين أحبابه وأعدائه ويومهم الذي يدعوهم إلى زيارته في دار عدن وما قبض مؤمن في هذا اليوم الذي أفيض فيه من عظائم الرحمة ما لا يحصى إلا لكتبه له السعادة والسيادة فلذلك يقيه فتنة القبرk

“Sabda Nabi, tidaklah seorang Muslim mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur, sebab orang yang wafat di hari atau malam Jumat dibukakan paginya tutup (kurungan)," terangnya.

Selain itu, ucapnya melajutkan arti hadis tersebut, bahwa pada hari Jumat api neraka Jahannam tidak dinyalakan, pintu-pintunya ditutup, keleluasaan api neraka tidak berjalan sebagaimana hari-hari yang lain.

"Maka, bila di hari Jumat seorang hamba dicabut ruhnya, hal tersebut menunjukan kebahagiannya dan baiknya tempat kembali baginya, sebab hari Jumat adalah hari terjadinya kiamat," sambungnya.

Allah, imbuh dia, memisahkan di antara para kekasih dan musuh-musuhNya, demikian pula memisahkan hari-hari mereka yang dapat mengundang mereka untuk berziarah kepadaNya di hari tersebut di surga ‘And.

"Tidaklah seorang mukmin dicabut nyawanya di hari Jumat yang penuh dengan kebesaran rahmatNya yang tidak terhingga, kecuali Allah mencatatkan untuknya keberuntungan dan kemuliaan, maka dari itu, Allah menjaganya dari fitnah kubur,” sambung Yafi mengacu kitab Faidl al-Qadir, juz 5, halaman 637 karya Syekh Abdur Rauf al-Manawi.

Sementara bagi orang kafir, disebut bahwa hal tersebut tak berlaku bagi mereka.

Sebab, dalam Al-Maut wa 'Alam Al-Barzakh karya Mahir Ahmad Ash-Shufiy dan diterjemahkan oleh Badruddin dkk, syarat orang yang meninggal dunia pada hari Jumat akan husnul khatimah adalah apabila ia beriman dan beramal saleh.

"Ini merupakan jawaban atas pertanyaan mengenai orang kafir yang mati di hari Jumat. Meskipun pada malam atau hari Jumat, namun tanpa keimanan dan amal saleh, ia tetap mendapat siksa kubur. Astaghfirullah hal'adzim," pungkas Pengasuh Asrama Alhuda Pondok Pesantren Tremas Pacitan, Yafi mengacu Mahir Ahmad Ash-Shufiy dalam bukunya.

Menurut sebagian besar ulama, tanda-tanda meninggal dengan keadaan husnul khatimah di antaranya adalah mengucapkan kalimat syahadat maupun tauhid, dahi berkeringat, mati syahid. Termasuk berpulang hari Jumat atau pada malam Jumat. (*)

Baca Sebelumnya

Heboh Fitur Flipside Instagram, Ini 4 Cara Mudah Menggunakannya!

Baca Selanjutnya

Wamenparekraf Sebut Gaya Hidup Vegan Bisa Dijadikan Potensi Wisata Bernilai Ekonomi

Tags:

Religi Keislaman Meninggal di Hari Jumat Gus Yafi Pacitan Faidholloh Muqtafi Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar