KETIK, SURABAYA – Situasi darurat di Kota Surabaya ternyata tidak selalu berupa bencana besar yang datang tiba-tiba. Berdasarkan data Command Center 112 Surabaya sepanjang April 2026, kondisi darurat justru kerap muncul di tengah aktivitas sehari-hari masyarakat.

Kejadian tersebut dapat terjadi di berbagai situasi, mulai dari di jalan saat berangkat atau pulang beraktivitas, di rumah ketika menjalani rutinitas, hingga di lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan darurat tidak selalu hadir dalam kondisi yang tidak biasa, melainkan sering kali datang di momen yang paling dekat dengan keseharian.

Sebagian besar kasus darurat tercatat terjadi di wilayah dengan tingkat aktivitas tinggi dan padat, serta kerap berlangsung pada jam-jam sibuk, seperti pagi, sore, hingga malam hari. Kondisi ini menegaskan bahwa situasi darurat dapat muncul kapan saja, dengan bentuk yang tidak selalu dapat diprediksi.

Mayoritas pihak yang terdampak merupakan warga Surabaya sendiri. Artinya, risiko kejadian darurat sangat dekat dan berpotensi dialami oleh siapa saja. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi hal penting yang perlu dimulai dari diri sendiri, mengingat keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.

Informasi ini turut disampaikan melalui akun Instagram resmi @call112surabaya pada Selasa, 5 Mei 2026, sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada warga Surabaya.

Baca Juga:
HUT Ke-733 Surabaya, KAI Daop 8 Hadirkan Promo! Apa Saja?

Adapun rangkuman kejadian darurat yang ditangani oleh tim Call Center 112 Surabaya selama April 2026 adalah sebagai berikut:

-Darurat medis: 1.213 kejadian
-Kecelakaan: 754 kejadian
-Masalah hewan: 34 kejadian
-Kebakaran: 41 kejadian
-Penemuan jenazah: 30 kejadian
-Darurat lainnya: 16 kejadian
-Pohon tumbang: 8 kejadian
-Rumah rusak: 8 kejadian
-Psikososial: 7 kejadian
-Genangan: 1 kejadian
-Orang tersesat: 1 kejadian
-Orang tenggelam: 0 kejadian

Data tersebut menunjukkan bahwa kejadian darurat di Surabaya sepanjang April 2026 didominasi oleh kasus medis dan kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, kejadian lain seperti kebakaran, pohon tumbang, serta masalah hewan juga turut menjadi perhatian, meskipun jumlahnya relatif lebih kecil.

Melihat tren ini, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah penanganan darurat dasar. Sebab, dalam banyak kasus, respons awal dari lingkungan sekitar dapat menjadi faktor penentu dalam meminimalkan risiko yang lebih besar. (*)

Baca Juga:
Hari Jadi Kota Surabaya 2026: Pemkot Targetkan Lonjakan Wisatawan