KETIK, SURABAYA – Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna menjadi salah satu karya sastra Indonesia yang mengangkat persoalan kehidupan melalui cerita sederhana. Di balik judulnya yang unik, novel ini mengajak pembaca melihat kembali berbagai hal yang kerap dianggap sepele, tetapi memiliki makna tersendiri dalam perjalanan hidup seseorang.

Cerita berpusat pada Ale, seorang laki-laki yang menghadapi berbagai persoalan dalam hidupnya. Melalui tokoh tersebut, Brian Khrisna menggambarkan pergulatan batin, kesepian, serta beratnya menghadapi kenyataan. 

Kisah ini juga memperlihatkan bagaimana pengalaman sehari-hari dapat menjadi bagian penting dalam memahami diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Salah satu hal yang menarik dari novel ini adalah cara Brian Khrisna mengangkat persoalan kesehatan mental dan penolakan sosial. Pengalaman Ale memperlihatkan bahwa perlakuan orang lain dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri. 

Melalui cerita tersebut, pembaca diajak untuk lebih memahami perasaan orang lain dan tidak mudah memberikan penilaian hanya berdasarkan penampilan atau kondisi yang terlihat dari luar. 

Baca Juga:
Menikmati Bandung Lewat Buku, Ini 5 Novel dengan Latar Kota Kembang

Selain menyajikan kisah yang emosional, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati juga mengajak pembaca menghargai hal-hal sederhana dalam kehidupan. Perjalanan Ale menjadi pengingat bahwa kepedulian dan dukungan dari lingkungan sekitar memiliki arti penting bagi seseorang yang sedang menghadapi masa sulit.

Novel yang diterbitkan oleh Grasindo pada 2025 ini dapat menjadi bacaan bagi mereka yang tertarik dengan cerita reflektif tentang kehidupan dan hubungan antarmanusia. Melalui kisah Ale, Brian Khrisna menghadirkan cerita yang mendorong pembaca untuk lebih peka terhadap persoalan yang mungkin dialami orang-orang di sekitarnya.(*)

Baca Juga:
"Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" Kenalkan Sosok Ale Lewat Trailer Perdana