Menelusuri Jejak Keberadaan Kuil Jepang di Kota Malang, Sempat Ditakuti Masyarakat

Jurnalis: Kukuh Kurniawan
Editor: Fisca Tanjung

25 Mar 2026 01:13

Thumbnail Menelusuri Jejak Keberadaan Kuil Jepang di Kota Malang, Sempat Ditakuti Masyarakat
Dokumentasi foto satu-satunya yang menjadi bukti keberadaan adanya kuil Jepang di Kota Malang. Keberadaan kuil Chiang Nan itu sudah tidak dapat ditemui, karena sudah musnah dibumihanguskan pada periode September 1945. (Foto : Istimewa)

KETIK, MALANG – Masa penjajahan Jepang di wilayah Indonesia hanya berlangsung selama 3,5 tahun. Meski terbilang singkat, namun menyimpan banyak cerita dan jejak sejarah.

Salah satunya, berupa keberadaan bangunan kuil yang didirikan oleh Jepang di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Kota Malang. Jejak sejarah ini nyaris terlupakan hingga akhirnya terungkap dan ditemukan fakta baru.

Pemerhati sejarah Kota Malang, Agung Buana, mengatakan, jejak sejarah keberadaan kuil di Kota Malang itu terungkap di tahun 2018. Bermula dari kedatangan peneliti dari Kanagawa University Jepang.

"Peneliti ini datang ke Kota Malang untuk melakukan penelitian sejarah tentara Jepang termasuk salah satunya pembangunan kuil. Jadi, saat  Jepang masuk di tahun 1942, mereka membangun delapan kuil di beberapa daerah di Indonesia yaitu di Medan, Jakarta, Bogor, Bojonegoro termasuk Kota Malang," jelasnya, Selasa, 17 Maret 2026.

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

Saat melakukan riset tersebut, peneliti dari Jepang itu membawa berbagai bukti dokumentasi mulai peta hingga potongan berita surat kabar lawas. Di dalam dokumentasi peta, menunjukkan posisi atau letak keberadaan kuil Shinto tersebut.

Dari hal tersebut, juga diketahui bahwa tempat ibadah orang Jepang di Kota Malang itu bernama kuil (jinja) Chiang Nan. Diperkirakan, kuil itu dibangun pada bulan Mei 1942.

"Untuk dokumentasi potongan halaman koran, tertulis berita bahwa ratusan tentara Jepang berbaris dan berjalan dari Stadion Gajayana menuju ke kuil. Para peneliti itu juga membawa bukti foto satu-satunya, yang menunjukkan pimpinan tentara Jepang berfoto di depan pintu gerbang kuil," jelasnya.

"Melihat vegetasi tanaman cemara pada latar belakang foto serta kondisi lokasi yang luas, terlihat bahwa kuil itu diperkirakan berada di sekitar Jalan Pahlawan TRIP," bebernya.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Namun setelah melakukan penelusuran lebih lanjut, ternyata ditemukan fakta baru. Rupanya, kuil itu tidak terletak di sekitar Jalan Pahlawan TRIP, melainkan di lapangan yang kini telah berubah menjadi Taman Makam Pahlawan (TMP) Untung Suropati di Jalan Veteran.

"Informasi ini saya dapatkan dua tahun yang lalu, saat saya menemui pelaku sejarah juga pejuang bernama Pak Hilal. Sebelum meninggal di usia 90 tahun, saya sempat mewawancarai dan beliau bilang lokasi kuil berada di lahan yang sekarang menjadi TMP Untung Suropati Jalan Veteran," ungkapnya.

Informasi itu juga diperkuat dari seorang nenek yang menjadi sesepuh dan tinggal di Jalan Mayjen Panjaitan atau tak jauh dari kawasan TMP Untung Suropati. Menurut nenek tersebut, kuil itu terletak tak jauh dari tempatnya tinggal dan pernah berkembang cerita untuk menakuti anak kecil yang nakal.

"Di dalam cerita itu, apabila ada anak kecil yang nakal maka akan ditakut-takuti diancam dibawa ke jinja atau kuil. Apabila diperhatikan, lokasi TMP itu memanjang dari timur ke barat dan sesuai dengan penempatan kuil yang juga menghadap ke arah timur atau ke arah matahari terbit sebagai bentuk memuja Dewi Matahari Amaterasu," terangnya.

Agung Buana mengaku, keberadaan kuil itu sangat suci dan dijaga ketat oleh tentara Jepang. Sehingga, warga pribumi tidak boleh melintas di area kuil.

"Apabila terpaksa melewati, maka warga harus menunduk dan tidak boleh mendongak. Kalau mendongak, maka akan dipukul memakai tongkat kayu, sehingga warga pun ketakutan. Saking menakutkannya, sehingga disampaikan secara turun temurun dan akhirnya menjadi suatu cerita lokal seperti yang disampaikan oleh sesepuh nenek tersebut," jelasnya.

Namun sayang, sisa-sisa keberadaan kuil Chiang Nan sudah tidak dapat ditemui. Pasalnya, kuil itu telah dibumihanguskan oleh warga Malang pada periode September 1945.

"Tepatnya sekitar periode September 1945, kuil itu dibakar oleh rakyat Malang setelah sebelumnya melucuti dan merampas senjata tentara Jepang. Tentu kenapa bisa langsung habis terbakar, karena 95 persen material kuil terbuat dari kayu dan kayunya itu berasal dari Bojonegoro," tandasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Prospek Motor Bekas di Malang, Pengusaha Optimis Penjualan Melejit Jelang Idulfitri 2026

Baca Selanjutnya

Lebih Separuh Penduduk Indonesia Diperkirakan Mudik pada Idulfitri 2026

Tags:

Kuil Jepang Kota Malang musnah Penjajahan

Berita lainnya oleh Kukuh Kurniawan

Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

15 April 2026 18:10

Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

Diduga Ada Upaya Damai dan Iming-iming Uang, Keluarga Intan Tegas Pilih Jalur Hukum

15 April 2026 15:45

Diduga Ada Upaya Damai dan Iming-iming Uang, Keluarga Intan Tegas Pilih Jalur Hukum

Bawa Bukti Baru, Intan Laporkan Balik Rey ke Polresta Malang Kota Atas Dugaan Fitnah

15 April 2026 14:21

Bawa Bukti Baru, Intan Laporkan Balik Rey ke Polresta Malang Kota Atas Dugaan Fitnah

Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

15 April 2026 11:14

Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Beber Kronologi Kematian Yai Mim, Dokkes Polresta Malang Kota Sempat Berikan Pertolongan Pertama

14 April 2026 21:20

Beber Kronologi Kematian Yai Mim, Dokkes Polresta Malang Kota Sempat Berikan Pertolongan Pertama

Yai Mim Meninggal Dunia, Polisi Resmi Hentikan Perkara Hukum

14 April 2026 20:03

Yai Mim Meninggal Dunia, Polisi Resmi Hentikan Perkara Hukum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H