Persiga Trenggalek punya nakhoda baru Ayub Nualak.Sosok yang sudah tidak asing lagi bagi publik Trenggalek.Tentu kehadirannya sebagai orang nomor satu Persiga, diharapkan bisa memberi warna dan suasa baru.Termasuk mengembalikan kejayaan Persiga di wilayah Mataraman. Tak terkecuali di Jatim.
Mengembalikan kejayaan dengan prestasi yang pernah diraih, Juara Divisi III Nasional 2013 dan Juara Liga III Jatim 2018 tidak semudah membalikan telapak tangan. Apalagi seperti sekarang ini. Support anggaran dari Pemkab tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.Efisiensi anggaran menjadi jalan terjal untuk mendongkrak prestasi. Karena, membangun tim kuat tidak akan jauh-jauh dengan yang namanya anggaran.
Ini artinya, harus win-win solution untuk mencover keterbatasan anggaran.Mulai dari bekerja sama dengan pihak sponsor ataupun para penggila bola yang bisa dijadikan energi baru.Tidak sedikit tim yang akhirnya gulung tikar karena keterbatasn anggaran. Paling gres, Persiga absen pada Liga 4 tahun kemarin. Ini akan menjadi alarm bagi sang nakhoda untuk membuat formula terbaik sebagai daya ungkit membangkitkan sekaligus mengembalikan nama besar Tim Gajah Putih dipentas sepak bola regional.Syukur-syukur di level nasional.
Butuh komitmen tinggi dalam pengelolaan sepak bola
Baca Juga:
Modernisasi Taktik Ala John Herdman Beri Warna Baru Sepak Bola IndonesiaBicara sepak bola, satu hal penting yang akan menjadi tolak ukur adalah soal neraca keuangan.Dengan keuangan yang cukup, tim bisa melakukan inovasi-inovasi.Baik mendatangkan pemain berkualitas dan pelatih berkualitas.Paling tidak bisa tampil beda. Pendeknya, untuk membentuk tim tangguh banyak hal yang harus tercukupi.
Sebut saja menu makan para pemain disaat masuk TC harus penuhi standar, biaya pertandingan home and away, gaji pelatih serta bonus- bonus yang diberikan sebagai motivati pemain. Selain itu, sarana dan prasana latihan juga harus memadai.Belum lagi jika ingin melakukan try out persahabat keluar Trenggalek.Ini akan tantangan sekaligus motivasi bisa berbuat yang terbaik untuk Trenggalek.
Butuh tim pemandu bakat untuk jaring talenta-talenta lokal
Sepak bola tidak bisa dibentuk secara instan. Perlu proses yang berkesinambungan. Diantaranya adalah melakukan penjaringan talenta-talenta berbakat sebagai cikal bakal kekuatan sekaligus tulang punggung tim. Paling tidak bisa menyiapkan generasi emas dan efisiensi belanja pemain luar daerah.Tidak bisa dipungkiri, banyak talenta-talenta berbakat diTrenggalek yang perlu di follow up. Salah satunya dengan berkolaborasi dengan beberapa SSB setempat.
Baca Juga:
Mutasi Atlet untuk Trenggalek, Solusi Cetak Prestasi?Menyiapkan generasi emas akan menjadi pintu gerbang dan menjadi salah satu elemen penting dalam mengembalikan kejayaan serta menjaga eksistensi sepak bola di Trenggalek.Ini seakan mengingatkan publik, dimana banyak pemain asli Trenggalek yang diminati daerah lain. Secara moral ini akan menjadi tanggungjawab klub. Termasuk Persiga yang selalu menjadi duta Trenggalek di kompetisi amtir Jatim.
Tim kepengurusan harus solid
Dalam sebuah organisasi apapun, team work adalah menjadi modal dasar untuk menjaga eksistensi. Sehingga, bisa menjadi ruh organisasi kedepannya. Salah satunya juga menjaga eksistensi Persiga tampil di liga amatir Jatim. Tentu hal ini bukan perkara mudah. Harus ada misi bersama untuk menjaga marwah Persiga sebagai klub tertua di Trenggalek.
Setidaknya, catatan mentereng kepengurusan Persiga sebelumnya bisa menjadi lamdasan kuat sekaligus jawaban jika sepak bola Trenggalek siap bangkit dan tidak hanya sekedar sebagai pelengkap tapi menjadi salah satu tim kuat di wilayah Mataraman, semoga. (*)
*) Agus Riyanto adalah Kepala Biro Ketik.com Trenggalek sekaligus Plt. Ketua PWI Trenggalek
**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis
***) Ketentuan pengiriman naskah opini:
- Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
- Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
- Panjang naskah maksimal 800 kata
- Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
- Hak muat redaksi.(*)