Melawan Arus! Kafe Retrorika di Kota Batu Ini Buktikan Zero Waste Bisa Jadi Cuan

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

12 Des 2025 14:15

Thumbnail Melawan Arus! Kafe Retrorika di Kota Batu Ini Buktikan Zero Waste Bisa Jadi Cuan
Teduh dan sejuk suasana di Retrorika Kafe Kota Batu, cocok untuk berkumpul keluarga atau sekadar menenangkan pikiran. (Foto: Lutf/Ketik.com)

KETIK, BATU – Retrorika Kafe tidak hanya menjual tempat aesthetic dan makanan yang menggugah selera. Lebih dari itu, kafe yang berada di Bumiaji, Kota Batu, menjual misi untuk membumikan zero waste living. 

Meskipun telah berdiri sejak tahun 2018, Retrorika mampu mempertahankan eksistensinya di hati pelanggan meskipun harus melawan arus industri.

Ketika banyak kafe yang sibuk mengikuti tren kekinian, Retrorika tetap menegaskan identitasnya sebagai kafe ramah lingkungan. 

Ismi Wahid, Co Owner Retrorika Coffee Bar and Resto menegaskan keengganannya untuk menggunakan produk sekali pakai.

Baca Juga:
DPUPR Kota Batu Matangkan Proyek Strategis, Fokus Konektivitas dan Kenyamanan Infrastruktur

Foto Retrorika Kafe di Kota Batu, memiliki misi zero waste living kepada customer. (Foto: Lutf/Ketik.com)Retrorika Kafe di Kota Batu, memiliki misi zero waste living kepada customer. (Foto: Lutf/Ketik.com)

Menurutnya, sektor kuliner menjadi salah satu penyumbang residu terbesar, terutama dari kemasan sekali pakai dan sisa makanan. Sejak awal ia berkomitmen membangun Retrorika dengan prinsip keberlanjutan.

"Kami punya value bahwa tidak hanya menjual makanan dan minuman yang selalu dijaga kualitasnya. Namun juga fokus pada green business, green entrepreneur. Kami punya misi mengedukasi customer agar ramah lingkungan," ujarnya kepada ketik.com, Jumat, 12 Desember 2025.

Misi tersebut tampak sejak pertama kali menginjakkan kaki ke teras kafe. Tampak dari depan, Retrorika berhasil memadukan suasana retro dengan rindang tumbuh-tumbuhan. 

Baca Juga:
Turun ke Sungai, Perumdam Among Tirto Kota Batu Pulihkan Aliran Irigasi dari Sedimentasi

"Melalui value itu, orang punya alasan kenapa mereka ingin datang dan kembali ke Retrorika. Kami ingin menumbuhkan jiwa peduli terhadap lingkungan," lanjutnya. 

Konsep zero waste living juga ditunjukkan dengan nihilnya kemasan plastik maupun produk sekali pakai lainnya. Penggunaan tisu pun dipersempit hanya di area kamar mandi. Untuk area pelanggan, tisu dialihkan ke serbet yang rutin diganti dan dijamin kebersihannya. 

"Customer tidak akan menemukan tisu. Memang tisu dari kayu tapo prosesnya itu tidak sepenuhnya ramah lingkungan, banyak bahan kimia. Kami masih memakai tisu, tapi tisu bambu dan hanya di toilet," ucapnya. 

Beragam tanaman tak hanya dijadikan hiasan namun juga produk untuk diperjualbelikan. Desain dan pernak-pernik kafe pun diperoleh dari barang-barang bekas yang mampu disulap jadi spot-spot aesthetic. Untuk itu Retrorika Kafe tak hanya tepat dijadikan tempat berkumpul, namun juga menenangkan fikiran

Tampak berjajaran televisi, radio, mesin ketik, kaset-kaset, hingga barang bekas lainnya ditata dengan rapi yang sering kali dijadikan tempat berfoto. Juga barang bekas seperti sepatu, lampu, teko didaur ulang menjadi pot bunga. 

"Kami fokus ke 5R, Reduce, Recycle, Reuse, Replant, Replace. Jadi kami berusaha menggunakan barang yang sudah tidak terpakai lagi supaya masih bisa digunakan dan tidak menimbulkan sampah lagi," tuturnya.

Ismi sendiri merupakan aktivis lingkungan yang ingin mengembangkan ekosistem bisnis hijau di Kota Batu. Melalui Retrorika, ia ingin menunjukkan bahwa berbisnis di sektor kuliner dapat beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. 

"75 persen customer di Retrorika itu wisatawan. Untuk itu kami juga menerapkan prinsip replant dengan menjual tanaman. Kami ada nursery, ketika tanaman siap jual, kami bawa langsung ke sini," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Teater SMKN 12 Surabaya Tampilkan 'Apa Hayooo?' di Dies Natalis, Angkat Isu Gadget hingga Pergaulan Bebas

Baca Selanjutnya

Gubernur Khofifah Serahkan Penghargaan Layanan Publik dan Kinerja 2025

Tags:

GerebekBatu Kota Batu Retrorika Kafe Wisata kuliner kota batu Zero Waste Living Gerebek Batu

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

19 April 2026 11:12

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

18 April 2026 18:16

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

18 April 2026 17:12

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

18 April 2026 15:52

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

17 April 2026 20:48

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Inovasi Humanis! Lapas Perempuan Malang Sajikan Sensasi Makan Ala Pujasera untuk Warga Binaan

17 April 2026 19:10

Inovasi Humanis! Lapas Perempuan Malang Sajikan Sensasi Makan Ala Pujasera untuk Warga Binaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend