KETIK, BATU – Dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan buruh memiliki peran besar dalam pembangunan dan perkembangan Kota Batu.

Menurutnya, pekerja tidak hanya menjadi penggerak roda ekonomi, tetapi juga fondasi utama kemajuan daerah, terutama dalam sektor pariwisata, pertanian, hingga pembangunan infrastruktur.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja yang selama ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Batu.

“Selamat Hari Buruh untuk seluruh pekerja di Kota Batu. Buruh atau pekerja bukan sekadar penggerak roda ekonomi, melainkan fondasi utama dari kemajuan daerah kita,” ujarnya, Jumat, 1 Mei 2026.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, peran strategis buruh terlihat jelas di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Baca Juga:
Buruh Kota Malang Resahkan Outsourcing dan Isu PHK di Tengah Gejolak Global, Tuntut Hak Tetap Aman

Sebagai kota wisata, keberlangsungan perekonomian Batu sangat bergantung pada dedikasi para pekerja di bidang perhotelan, restoran, hingga destinasi hiburan.

“Tanpa pelayanan dan kerja keras para pekerja, kenyamanan wisatawan tidak akan terjamin. Padahal, sektor wisata menjadi salah satu penopang penting pendapatan asli daerah,” kata Mas Heli, sapaan akrabnya.

Selain itu, tenaga kerja di sektor pertanian juga dinilai berkontribusi besar terhadap identitas dan daya saing Kota Batu. 

Buruh tani serta pekerja pengolahan hasil pertanian disebut berperan menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengembangkan potensi lokal seperti apel dan sayur-mayur.

Baca Juga:
AJI Malang Soroti PHK dan Ancaman terhadap Jurnalis di Hari Buruh 2026

“Kontribusi pekerja di sektor pertanian menjadi modal penting agar Kota Batu tetap memiliki keunggulan dan daya saing di tingkat nasional,” ujarnya.

Tak hanya itu, Mas Heli juga menyoroti peran pekerja konstruksi dalam mewujudkan pembangunan fisik di Kota Batu. 

Berbagai infrastruktur seperti jalan raya, fasilitas umum, hingga renovasi pasar disebut sebagai hasil kerja keras para buruh lapangan.

“Pembangunan yang kita nikmati hari ini tidak lepas dari keringat para pekerja konstruksi. Mereka memastikan visi pembangunan pemerintah hadir nyata dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Menurut Mas Heli, hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pelaku usaha juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah. 

Ketika hak-hak pekerja terpenuhi dan produktivitas terjaga, kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

“Jika hubungan antara pekerja dan pengusaha berjalan baik, maka iklim investasi akan sehat, kesejahteraan keluarga meningkat, dan angka kemiskinan dapat ditekan,” tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen perlindungan tenaga kerja, Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Tenaga Kerja telah menjalankan program perlindungan bagi pekerja sektor informal. 

Program tersebut menyasar 13.590 pekerja informal yang kini mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Total anggaran yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Selain itu, Pemkot Batu juga beberapa kali memfasilitasi penyelesaian kasus penahanan ijazah pekerja oleh pelaku usaha. 

Pemkot Batu juga membuka akses pendidikan melalui program 1.000 sarjana bagi pekerja yang ingin melanjutkan kuliah.

Ke depan, Mas Heli menegaskan Pemkot Batu akan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja.

“Pemerintah Kota Batu berkomitmen terus meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan sertifikasi. Selamat Hari Buruh, mari terus bersinergi mewujudkan Kota Batu yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. Buruh Sejahtera, Batu Berjaya,” pungkasnya. (*)