KETIK, KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyalurkan bantuan 200 ton benih jagung senilai Rp19 miliar kepada 683 kelompok tani yang tersebar di 26 kecamatan, Selasa, 30 Juni 2026.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi lahan pertanian seluas 13.300 hektare sebagai upaya membantu petani menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Usai menyerahkan bantuan benih secara simbolis kepada empat kelompok tani di lahan pertanian Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Mas Dhito menegaskan dukungan pemerintah tidak berhenti pada bantuan benih semata.
"Kita tidak berhenti di sini, karena setelah benih kita masih memiliki bantuan nanti Alsintan, jumlahnya nanti ditunggu saja," kata Mas Dhito.
Selain penyediaan benih, Pemerintah Kabupaten Kediri juga terus memperkuat dukungan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan), pengolahan lahan, hingga penyediaan pupuk untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Baca Juga:
Bertha Yuwana Doakan Prancis Tak Bernasib Sama dengan Jerman-BelandaMas Dhito menilai persoalan petani tidak hanya berhenti pada proses budidaya, tetapi juga kepastian harga hasil panen. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan hasil panen jagung petani dapat terserap dengan harga yang layak.
"Pasca panen ini biasanya yang dikeluhkan petani harga tidak menentu. Untuk komoditas jagung sudah ditetapkan Rp5.500 per kilogram diserap oleh Bulog," ungkapnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kediri, luas lahan jagung saat ini mencapai sekitar 56.000 hektare dengan total produksi sekitar 392.000 ton. Rata-rata produktivitasnya mencapai tujuh ton per hektare.
Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga berdialog langsung dengan para petani untuk menggali berbagai persoalan sekaligus memberikan motivasi agar produktivitas terus meningkat.
Baca Juga:
Strategi Kemandirian Pangan, Pemkab Bojonegoro Luncurkan Beras “Rojo Nogo”Salah seorang petani asal Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Ahmad Rudianto, mengungkapkan lahan jagung di wilayahnya mampu menghasilkan hingga sembilan ton per hektare.
Menurutnya, salah satu faktor utama tingginya hasil panen adalah pengolahan tanah yang optimal serta penggunaan pupuk organik dalam jumlah besar.
"Kita banyak menggunakan organiknya, karena di daerah kami selain bertani warga juga berternak," ujarnya.(*)