Jadi Pilar Ekonomi Masa Depan, DPRD Jatim Upayakan Skema Permodalan Pelaku Ekraf hingga Rp 50 Juta

15 Agustus 2026 15:28 15 Agt 2026 15:28

Angga Prasetya, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jadi Pilar Ekonomi Masa Depan, DPRD Jatim Upayakan Skema Permodalan Pelaku Ekraf hingga Rp 50 Juta

Kegiatan pelatihan ekonomi kreatif subsektor periklanan yang berlangsung di Favehotel Kediri (Foto : Angga/Ketik.com)

KETIK, KEDIRI – Penguatan sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang diproyeksikan jadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional terus dipacu. Sektor itu dinilai menjadi sumber perekonomian berkelanjutan karena tidak mengandalkan sumber daya alam konvensional.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi B DPRD Jatim, M Hadi Setiawan dalam kegiatan pelatihan dan peningkatan sumber daya manusia pelaku Ekraf bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jatim di ballroom Favehotel Kediri, Sabtu, 15 Agustus 2026. Pelatihan itu menyasar puluhan pelaku usaha muda di Kabupaten Kediri.

Dalam kesempatan itu, Cak Hadi sapaan akrabnya mengatakan perlunya penguatan sektor ekonomi kreatif yang digadang jadi tulang punggung ekonomi masa depan. Dengan pelatihan itu, pihaknya berharap UMKM yang masih berpola konvensional bisa naik kelas dengan tranformasi memanfaatkan teknologi.

"Maka disini diajarkan cara mengemas yang baik, kemudian brandingnya, cara jualnya dan tadi ada tanya jawab soal kelanjutan UMKMnya, karena memang rata-rata UMKM menengah kecil ke bawah ya," kata Cak Hadi.

Selain pelatihan, untuk peningkatan kapasitas usaha, DPRD Jatim kata Cak Hadi saat ini tengah mengupayakan skema permodalan lunak untuk pelaku UMKM. Salah satu skema yang saat ini tengah digodok adalah program peminjaman permodalan dengan plafon hingga Rp 50 juta dengan bunga sebesar 3 persen.

"Semoga pemerintah, dalam hal ini Gubernur menyetujui sehingga itu bisa dimanfaatkan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam hal permodalan bagi pelaku UMKM," kata Cak Hadi.

Selain mengupayakan kemudahan akses permodalan, sebagai bentuk dukungan pribadi, Cak Hadi juga memborong salah satu peserta yang berkecimpung dalam usaha telur. Kepada Cak Hadi, ia mengeluhkan soal harga telur yang dinilai tidak stabil sehingga berdampak pada perputaran produksi usahanya.

"Sebagai komitmen kami, saya pribadi sebagai anggota komisi B yang hadir berusaha untuk menjaga keterlibatan pemerintah terhadap masalah harga dan peternakan di Jatim. Tadi saya berinisiatif memborong satu kali panen sebanyak 200 kilogram dengan harga lebih tinggi dari harga pasaran dan nanti akan kami bagikan. Semoga bisa membantu," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Hariyanto, menjelaskan ekonomi kreatif merupakan kegiatan yang menghasilkan nilai tambah berdasarkan kreativitas dengan memanfaatkan kekayaan budaya maupun perkembangan teknologi. Lewat pelatihan itu, pihaknya berharap bisa semakin memajukan UMKM.

“Jadi kreativitas, kita punya kreativitas yang berbasis pada budaya, teknologi. Jadi tidak meninggalkan budaya dan teknologi yang saat ini berpacu dengan teknologi,” kata Hariyanto.

Pelatihan itu juga menghadirkan materi mengenai UMKM Go Digital. Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi bagian penting bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran dan menghadapi persaingan sehingga bisa go global.

Berbagai persoalan yang disampaikan peserta kemudian menjadi bahan diskusi, mulai dari pemasaran, harga produk, regulasi, permodalan hingga pemanfaatan teknologi.

"Dengan dukungan tersebut, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan daya saing serta memperluas pasar produk lokal," tambahnya. (*)

 

Tombol Google News

Tags:

Pemprov Jatim Kabupaten Kediri Pemkab Kediri Gubernur Jatim M. Hadi Setiawan Cak Hadi UMKM Naik Kelas