Marak Kos yang Diduga Jadi Tempat Esek-esek Pelajar Pacitan, PMII Desak Satpol-PP

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

15 Mei 2025 17:13

Thumbnail Marak Kos yang Diduga Jadi Tempat Esek-esek Pelajar Pacitan, PMII Desak Satpol-PP
Audiensi PMII di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pacitan, Kamis, 15 Mei 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pacitan menggelar aksi audiensi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, Kamis, 15 Mei 2025.

Aksi tersebut dilatarbelakangi oleh maraknya indekos yang diduga menjadi tempat praktik asusila oleh pelajar di Pacitan.

Menurut Ketua Advokasi PMII Pacitan, Ihsan Efendi, pengawasan Satpol PP terhadap kos-kosan di Pacitan saat ini nyaris tidak ada.

Padahal, ia menyebutkan bahwa kini kos-kosan sangat mudah diperjualbelikan melalui media sosial (medsos), bahkan disewakan dengan tarif Rp15.000 hingga Rp20.000 per jam.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Berdasarkan bukti foto dan video yang mereka bawa, terdapat sejumlah tempat yang menyewakan kos tersebut.

Hal yang paling mereka khawatirkan adalah kos-kosan itu digunakan oleh pelajar.

“Kos-kos bebas ini juga menjadi ancaman bagi generasi muda Pacitan, terutama terkait penyebaran HIV/AIDS, meningkatnya kasus kehamilan di luar nikah hingga peredaran obat terlarang,” jelasnya.

PMII juga menyoroti fenomena pelajar yang bolos sekolah untuk nongkrong di warung kopi dan tempat umum lainnya saat jam pelajaran berlangsung. "Tempat-tempat yang digunakan untuk nongkrong itu, hingga saat ini nyaris tidak pernah dijamah Satpol-PP," terangnya sambil menunjukan bukti.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Selain itu, PMII menyoroti keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang semakin menjamur di kawasan JLS dan alun-alun Pacitan.

Para pedagang disebut sering menggunakan trotoar dan fasilitas publik lainnya, mengganggu kenyamanan pejalan kaki dan merusak estetika kota.

"Sebelumnya kami sudah sampaikan rekomendasi agar Pasar Minulyo yang kian sepi untuk dilakukan pengelolaan, tapi Satpol-PP belum juga ikut berprogres," ucapnya.

Selain itu, PMII juga mencatat peningkatan jumlah gelandang dan pengemis (gepeng) di pusat kota dan area wisata. Mereka menyebut, sikap Satpol-PP Pacitan yang terlalu lembek membuat para peminta-minta nyaman di Pacitan.

"Mereka itu terkoordinasi dari luar daerah, datang ke Pacitan untuk meminta-minta. Tidak perlu dikasihani," ucapnya.

Terakhir, PMII mendesak agar Satpol PP memperkuat kolaborasi dengan dinas terkait untuk mengoptimalkan penegakan Perda Nomor 7 Tahun 2018 soal PAD dan ikut menjaga ketertiban lingkungan.

"Janganlah ada namanya tapi tidak ada kerjanya," imbuhnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Satpol PP Pacitan, Ardyan Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan dan tuntutan dari PMII.

"Kami berterima kasih atas masukan dari teman-teman PMII. Dan besok, kami akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penertiban dan pengawasan lebih intensif sesuai tuntunan PMII," katanya.

Aksi audiensi berlangsung damai dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian setempat.

PMII berharap, dengan adanya aksi ini, pemerintah daerah dan Satpol PP dapat lebih serius dalam menangani penegakan Perda, demi menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi pelajar-pedagang di Pacitan. (*)

Baca Sebelumnya

Percepat Swasembada Gula Bank Jatim Dukung Peluncuran KURsus Petani Tebu

Baca Selanjutnya

21 Tahun Mengabdi untuk PKS, Ini Profil Anggota DPRD Surabaya Cahyo Siswo Utomo

Tags:

pacitan PMII Pacitan Pelajar di Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar