Mantan Pemain Timnas Viral Aksi Tendang Kungfu, Karir Sepak Bola Terancam Sanksi Komdis PSSI

Editor: Muhammad Faizin

20 Apr 2026 08:35

Headline

Thumbnail Mantan Pemain Timnas Viral Aksi Tendang Kungfu, Karir Sepak Bola Terancam Sanksi Komdis PSSI
Fadly Alberto Hengga saat masih membela Timnas U-17.

KETIK, SURABAYA – Dunia sepak bola nasional kembali tercoreng oleh aksi tidak sportif yang mencederai nilai fair play. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada Fadly Alberto Hengga, mantan pemain Timnas Indonesia U-17, yang terekam kamera melakukan tindakan brutal di lapangan.

Dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com, insiden tersebut terjadi saat laga Elite Pro Academy mempertemukan Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Minggu, 19 April 2026. Alih-alih menunjukkan sikap profesional sebagai atlet, Fadly justru melakukan tendangan bergaya kungfu ke arah pemain lawan—aksi yang jelas tak bisa ditoleransi dalam sepak bola Indonesia yang kini sedang berbenah. 

Rekaman kejadian itu dengan cepat menyebar luas di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @nusaliga. Video tersebut memicu gelombang kecaman dari publik yang menilai tindakan itu sebagai bentuk kekerasan yang mencoreng citra sepak bola Indonesia.

Dalam video yang beredar, situasi awalnya memanas usai pertandingan berakhir. Ketegangan antara pemain dan ofisial kedua tim memang sempat terjadi di tepi lapangan. Namun, di tengah situasi tersebut, Fadly justru memperkeruh keadaan dengan melayangkan tendangan keras secara tiba-tiba ke arah pemain Dewa United U-20 hingga terjatuh.

Baca Juga:
Persebaya Tutup Tribun Utara hingga Akhir Musim, Buntut Sanksi Rp250 Juta

Tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan bentuk agresi yang menunjukkan minimnya kontrol emosi dan profesionalisme. Perilaku seperti ini jelas bertolak belakang dengan semangat sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap pemain, terlebih mereka yang pernah mengenakan atribut tim nasional.

Pertandingan sendiri berakhir dengan kemenangan Dewa United U-20 dengan skor 2-1 atas Bhayangkara FC U-20. Namun, hasil laga itu kini seolah tak lagi menjadi sorotan utama, tertutup oleh aksi kekerasan yang mencederai integritas kompetisi.

Saat ini, Fadly Alberto menunggu keputusan dari Komite Disiplin PSSI. Sanksi tegas dinilai mutlak diperlukan, bukan hanya sebagai efek jera, tetapi juga sebagai pesan bahwa sepak bola Indonesia tidak memberi ruang bagi tindakan brutal dan tidak sportif.

Dalam sejumlah kasus, Komdis PSSI bahkan bisa memberikan sanksi larangan bermain sepak bola seumur hidup untuk aksi-aksi yang dinilai cukup parah mencederai sportivitas. 

Baca Juga:
Tendangan Kungfu! Hukuman Komdis, Pemain Hilmi Gimnastiar Dilarang Aktivitas Sepak Bola Seumur Hidup

Seperti pada Januari 2026 lalu, Komdis Asprov PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di sepak bola seumur hidup kepada Hilmy Gimnastiar, karena melakukan tendangan "kungfu" kepada pemain lawan. Hilmy, seorang pemain muda yang saat itu membela Klub Perseta 1970 Tulungagung juga sudah dipecat oleh klub yang bermain di Liga 4 itu. (*)

Baca Sebelumnya

Bela Klaim Pemerintah, Ketua Harian HKTI Sebut Pernyataan Feri Amsari Bisa Timbulkan Kegaduan

Baca Selanjutnya

Tak Berperikemanusiaan! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas Dalam Kardus di Tengah Kota Malang, Polisi Buru Pelaku

Tags:

Fadly Alberto Hengga Bhayangkara FC U-20 Dewa United U-20 tendangan kungfu pemain Elite Pro Academy Stadion Citarum Semarang Komdis PSSI

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Mantan Pemain Timnas Viral Aksi Tendang Kungfu, Karir Sepak Bola Terancam Sanksi Komdis PSSI

20 April 2026 08:35

Mantan Pemain Timnas Viral Aksi Tendang Kungfu, Karir Sepak Bola Terancam Sanksi Komdis PSSI

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

19 April 2026 09:40

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

19 April 2026 09:20

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

19 April 2026 09:00

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

19 April 2026 08:40

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

19 April 2026 08:00

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend