KETIK, BLITAR – Suasana meriah mewarnai kawasan Jalan Kenari, Kelurahan Plosokerep, Kota Blitar, Selasa 19 Mei 2026. Ratusan warga tampak antusias mengikuti kegiatan Mancing Bareng Mas Wali Series 3 yang digelar Pemerintah Kota Blitar.

 

Dalam kegiatan tersebut, panitia menebar 120 kilogram ikan lele untuk dipancing masyarakat. Jumlah itu menjadi simbol Hari Jadi ke-120 Kota Blitar yang diperingati tahun ini.

 

Kegiatan yang dipusatkan di dekat Koperasi Kelurahan Merah Putih Plosokerep tersebut juga dirangkaikan dengan gerakan pangan murah serta kampanye konsumsi dua butir telur setiap hari.

Baca Juga:
Ribuan Warga Padati Perwosi Smash Turney 2026, Semangat Sportivitas dan Pemberdayaan Perempuan Menggema di Kabupaten Blitar

 

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat.

 

“Acara mancing ini rutin digelar untuk menghibur masyarakat. Selain itu warga juga bisa mendapatkan ikan untuk tambahan gizi keluarga,” ujar Mas Ibin.

Baca Juga:
Pemkot Blitar Kaji Hibah Langsung ke Cabor, Mas Ibin: Jangan Sampai Atlet Jadi Korban Polemik KONI

 

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi media edukasi terkait pentingnya pemenuhan gizi masyarakat, terutama melalui konsumsi telur sebagai salah satu produk unggulan Kota Blitar.

 

Selain memancing, warga juga memadati bazar pangan murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasaran.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengatakan bazar tersebut digelar untuk membantu menjaga stabilitas pangan sekaligus mengendalikan kepanikan masyarakat terhadap harga kebutuhan pokok.

 

“Kami melaksanakan gerakan pangan murah agar masyarakat tidak panic buying. Sekaligus juga mengampanyekan konsumsi dua butir telur sehari,” kata Dewi.

 

Ia menambahkan, animo masyarakat terhadap kegiatan Mancing Bareng Mas Wali terus meningkat sejak pertama kali digelar. Pemerintah Kota Blitar pun berencana melanjutkan kegiatan serupa di sejumlah wilayah lain.

 

Dalam bazar pangan murah tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah, di antaranya gula pasir PSM Rp18.500 per kilogram, Minyak Kita Rp15.500 per liter, minyak goreng Sovia Rp20 ribu per liter, beras SPHP lima kilogram Rp58 ribu, beras premium lima kilogram Rp73.500, hingga minyak goreng Fortune Rp22 ribu per liter.