Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Editor: Muhammad Faizin

14 Apr 2026 06:20

Thumbnail Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa
Ilustrasi makanan lengkap. (Foto: freepik.com)

KETIK, YOGYAKARTA – Masyarakat Okinawa, Jepang, dikenal sebagai salah satu populasi dengan usia harapan hidup tertinggi di dunia. Rata-rata lansia di wilayah ini mampu mencapai usia sekitar 80 tahun. Salah satu kunci pola hidup sehat mereka terletak pada kebiasaan makan yang disebut hara hachi bu, yakni berhenti makan sebelum merasa benar-benar kenyang.

Konsep hara hachi bu mengajarkan seseorang untuk hanya makan hingga sekitar 80 persen kenyang. Kebiasaan ini bukan sekadar pola diet, melainkan telah menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat Okinawa. Prinsip tersebut dinilai efektif dalam menjaga berat badan ideal serta menekan risiko penyakit metabolik kronis.

Dosen Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Rahadyana Muslichah, S.Gz., M.Sc., atau yang akrab disapa Icha, menjelaskan bahwa hara hachi bu sangat erat kaitannya dengan konsep mindful eating atau makan dengan penuh kesadaran.

“Hara hachi bu sangat dekat dengan mindful eating. Ketika makan harus bisa fokus dengan makanan, hindari multitasking, menikmati rasa, memahami sinyal dari tubuh. Harapannya agar kita bisa mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.

Baca Juga:
Tropicana Slim Dorong Remisi Diabetes Melalui Beat Diabetes 2026

Menurutnya, kebiasaan ini turut berkontribusi terhadap rendahnya angka penyakit kronis di Okinawa. Dengan makan secukupnya, tubuh tidak terbebani oleh asupan berlebih yang dapat memicu obesitas dan gangguan kesehatan lainnya.

Selain itu, prinsip makan sebelum kenyang juga memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat. Konsumsi makanan berlebihan diketahui dapat memberi tekanan pada organ pencernaan dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.

“Hara hachi bu turut memberikan jeda istirahat bagi pencernaan,” ungkapnya.

Icha menambahkan, tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk mengenali rasa lapar dan kenyang. Namun, proses pengiriman sinyal dari lambung ke otak membutuhkan waktu. Karena itu, makan secara perlahan dan penuh kesadaran menjadi kunci dalam menerapkan prinsip ini.

Baca Juga:
Pasien Faskes di Pacitan Melonjak Pascalebaran, ISPA dan Diare Dominasi Kasus

“Lambung butuh waktu untuk mengirim sinyal ke otak ketika dia kenyang. Jadi, dengan berhenti di 80% sebenarnya kita sudah menerima cukup energi, meski rasanya belum cukup kenyang,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang ingin menerapkan hara hachi bu, diperlukan proses adaptasi. Perubahan pola makan tidak bisa dilakukan secara instan. Pada tahap awal, seseorang mungkin akan merasakan ketidaknyamanan. Namun, dengan motivasi dan konsistensi, kebiasaan ini dapat terbentuk.

Icha menyarankan agar individu melatih kepekaan terhadap sinyal lapar dan kenyang, serta menghindari distraksi saat makan. Aktivitas sederhana seperti mengunyah dengan sadar dinilai mampu membantu tubuh mengenali batas kecukupan asupan.

“Sesederhana sadar, mengunyah sudah menjadi sinyal yang dikirimkan lambung ke otak untuk merasa kenyang,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Baca Selanjutnya

Bank Sampang Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 5 dan Golden Trophy

Tags:

hara hachi bu Okinawa Jepang umur panjang pola makan sehat mindful eating cegah obesitas kesehatan

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar