Lubang Jalan, Lubang Tata Kelola: Saatnya Akhiri Sandiwara Infrastruktur

Editor: Mustopa

8 Nov 2025 07:08

Thumbnail Lubang Jalan, Lubang Tata Kelola: Saatnya Akhiri Sandiwara Infrastruktur
Oleh: Harda Kiswaya*

Di mata publik, kerusakan jalan dan jembatan pasca musim hujan adalah tragedi musiman. Keluhan masyarakat datang bertubi-tubi: akses vital ke sekolah, pasar, dan sawah terputus.

Namun, sebagai kepala daerah, saya melihat fenomena ini bukan sekadar insiden kebetulan yang disebabkan oleh alam. Di balik setiap lubang di aspal, terdapat lubang yang jauh lebih berbahaya: lubang dalam tata kelola.

Ini adalah isu yang menuntut kejujuran intelektual dan keberanian politik. Jika perbaikan infrastruktur terus-menerus lambat, tambal-sulam, dan tidak merata, sesungguhnya kita sedang menyaksikan sandiwara kebijakan yang mengancam legitimasi institusi.

Distorsi Moral: Respons yang Ad Hoc

Baca Juga:
Film Layak Dicintai, Bukan Ditakuti oleh Mereka yang Terpaksa

Infrastruktur adalah nadi pergerakan ekonomi lokal. Ketika nadi itu tersumbat, dan respons pemerintah daerah hanya bersifat ad hoc seketika dilaporkan baru ditambal, lalu rusak lagi dalam hitungan bulan maka ini menunjukkan adanya distorsi moral dalam birokrasi. Kita terjebak dalam budaya kerja reaktif, bukan prediktif.

Saya menolak anggapan bahwa lambatnya respons adalah kendala teknis. Itu adalah kendala moral dan manajerial. Pemerintah daerah bertanggung jawab penuh atas kecepatan dan ketepatan aduan publik.

Ketika laporan warga menguap di meja birokrasi, kepercayaan publik terkikis habis. Dalam perspektif institutional trust, setiap kegagalan respons cepat adalah kerugian politik yang mahal.

Tragedi Perencanaan: Hilangnya Keadilan Wilayah

Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Persoalan lain yang tersembunyi di balik lubang adalah tragedi perencanaan yang tidak berimbang. Anggaran infrastruktur, yang seharusnya menjadi alat pemerataan, seringkali berpusat di wilayah yang memiliki kedekatan dengan pusat kekuasaan atau memiliki bargaining position yang kuat.

Akibatnya, wilayah pinggiran Sleman kawasan pertanian dan desa yang jauh dari keramaian menjadi korban abadi. Akses mereka ke pasar terhambat, biaya logistik membengkak, dan kualitas hidup menurun.

Ini adalah kejahatan kebijakan yang menciptakan ketidakadilan pembangunan antarwilayah. Jika alokasi anggaran tidak berbasis pada Audit Kebutuhan Akses Vital riil (sekolah, pertanian, pasar), maka sesungguhnya kita sedang mencuri hak warga pinggiran.

Menutup Lubang: Langkah Nyata Melawan Sandiwara

Kita tidak bisa membiarkan proses ini menjadi sebuah pura-pura kinerja. Untuk mengakhiri sandiwara infrastruktur ini, Pemerintah Kabupaten Sleman telah melakukan Rekonstruksi Tata Kelola yang berfokus pada dua pilar:

1. Transparansi Anggaran Total (Zero-Tolerance for Opacity): Seluruh alokasi dana, nama kontraktor, spesifikasi material (bukan sekadar angka global), dan progres pengerjaan diwajibkan untuk diunggah di portal Open Data Sleman.

Warga harus menjadi Inspektur Publik utama. Ini adalah check and balance paling efektif untuk menghilangkan praktik mark-up dan memastikan mutu yang melampaui standar tambal-sulam. Kontraktor dengan kualitas buruk akan langsung masuk daftar hitam permanen.

2. Perencanaan Berbasis Keadilan: Kami memaksakan perencanaan partisipatif yang melibatkan Forum Warga Perencanaan untuk memastikan alokasi dana diprioritaskan pada akses yang menunjang mobilitas pertanian dan pendidikan di wilayah yang tertinggal. Prioritas harus murni berbasis data kebutuhan rakyat, bukan tekanan politik atau political maneuvering.

Sleman membutuhkan jalan yang mulus, tetapi jauh lebih penting, kita membutuhkan tata kelola yang mulus dan bebas dari manipulasi. 

Jika kita gagal menutup lubang tata kelola ini, jalan berlubang hanya akan menjadi monumen abadi kegagalan institusional kita. 

*) Harda Kiswaya merupakan Bupati Sleman Periode 2025-2030, yang sedang menempuh Program Studi Doktor (S3) Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (DKIK) di Sekolah Pascasarjana UGM

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Peringati 5 Hari Besar Sekaligus, Pemdes Tenggur Gelar Wayang Kolosal 20 Dalang dan 10 Sinden Muda

Baca Selanjutnya

Persebaya Hanya Raih 1 Poin Lawan Persik, Ini Kata Pelatih Eduardo Perez

Tags:

opini INFRASTRUKTUR Harda Kiswaya Bupati Sleman

Berita lainnya oleh Mustopa

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

13 April 2026 21:26

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

11 April 2026 13:38

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

10 April 2026 22:10

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

10 April 2026 18:49

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

8 April 2026 00:00

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

7 April 2026 08:00

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar