KETIK, MALANG – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dyah Sawitri, siap mendukung program Ngalam Pinter yang diusung Pemkot Malang. Melalui kerja sama dengan 44 perguruan tinggi, beasiswa kepada warga Kota Malang pun menjadi bidikan.
Setelah bersama perguruan tinggi negeri, kini penandatanganan MoU dilanjutkan bersama 19 kampus swasta di Kota Malang. Prof. Dyah menegaskan dukungan terhadap program Ngalam Pinter dapat diwujudkan melalui Kampus Berdampak.
"Jadi, kami bisa menilai atau menghimpun seluruh perguruan tinggi dalam memberikan beasiswa gratis kepada Kota Malang. Ini adalah wujud nyata komitmen konsisten perguruan tinggi dalam mewujudkan SDM Unggul Indonesia Emas, Kampus Berdampak melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi," ujarnya, Rabu, 10 Agustus 2026.
Bantuan tersebut diharapkan tak hanya memberikan dampak besar di bidang pendidikan, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat. Ia mengharapkan setiap perguruan tinggi mampu memberikan beasiswa kepada warga Kota Malang yang membutuhkan, termasuk melalui KIP-K.
"Berapa pun kontribusi perguruan tinggi kepada Kota Malang selalu ada manfaat. Dengan memberi beasiswa sebanyak 10 sampai 20 siswa, bisa menjadi ladang emas untuk welfare masyarakat di Kota Malang," ungkapnya.
Baca Juga:
UIN Malang Gelar Opening PBAK, Bunda Rektor Tegaskan Karakter Ulul Albab yang KritisIa menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki LLDIKTI, terdapat lebih dari 2.000 mahasiswa penerima KIP-K di Kota Malang. Dengan kontribusi tambahan beasiswa dari perguruan tinggi, diharapkan kampus dapat memberikan lebih banyak manfaat untuk dirasakan masyarakat sekitar.
"Kami berharap seluruh perguruan tinggi memberikan beasiswa kepada putra-putri di Kota Malang yang membutuhkan. Kita ciptakan Kota Malang benar-benar Ngalam Pinter untuk pendidikan yang berkualitas dan pendidikan gratis untuk masyarakat Kota Malang dari PTS yang ada di Kota Malang," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan, kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM Kota Malang.
Baca Juga:
Sudah 3 Kali Ditegur! Mobil Kursus Mengemudi Masih Parkir Liar di Kota Malang, Dishub Siapkan Langkah Tegas"Ini kan menjadi tanggung jawab bersama karena mereka ada di Kota Malang, untuk Kota Malang, dan bekerja di Kota Malang, dan tentunya bisa memberikan semacam CSR berupa beasiswa kepada warga Kota Malang," sebut Wahyu.
Selain itu, perguruan tinggi juga diharapkan mampu membantu pemerintah dalam merealisasikan program kerja yang tercantum dalam RPJMD Kota Malang.
"Dalam rencana itu kan sudah ada program prioritas tahunan. Ada beberapa program yang akan kita kolaborasikan dengan perguruan tinggi. Kita akan melihat perguruan tingginya, spesialisasi, program, dan jurusannya seperti apa. Kita koneksikan dengan program dan kegiatan yang ada di Pemerintah Kota Malang," pungkasnya.