KETIK, PEKALONGAN – Lintas Komunitas Peduli Pekalongan (LKPP) terus memperkuat langkah pelestarian lingkungan dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pekalongan dalam pembangunan Ficus Nursery Center, sebuah pusat pembibitan tanaman ficus yang ditujukan untuk mendukung konservasi alam, pemulihan ekologi, serta pengurangan risiko bencana.

Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung dalam agenda silaturahmi di Kantor Baznas Kabupaten Pekalongan pada Kamis, 2 Juli 2026.

Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum untuk menyusun strategi percepatan realisasi program yang ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027.

Koordinator Umum LKPP, Handono Warih, menjelaskan pihaknya saat ini tengah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis maupun pendanaan guna memastikan pusat pembibitan tersebut dapat beroperasi secara berkelanjutan.

"Walaupun ini merupakan kegiatan nirlaba, tetap membutuhkan biaya operasional. Karena itu, sejak sekarang kami mulai membahas berbagai persiapan, termasuk penganggarannya," kata Handono.

Baca Juga:
Peringati Tahun Baru Islam, Jemaah Musholah Al Amin Sumublor Pekalongan Santuni 60 Anak Yatim dan Gelar Wayang Santri

LKPP pun telah memetakan sejumlah potensi sumber pembiayaan, mulai dari kontribusi relawan, dukungan anggaran pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Disperkim dan LH), bantuan donatur, hingga dana CSR perusahaan.

Handono mengungkapkan, hasil komunikasi dengan Baznas membuka peluang dukungan pembiayaan melalui dana zakat, khususnya pada program yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana.

Ia menilai keberadaan Ficus Nursery Center menjadi bagian penting dari gerakan penghijauan di Kabupaten Pekalongan, terutama di tengah ancaman kerusakan lingkungan yang berdampak terhadap keseimbangan ekosistem dan produktivitas pertanian.

Menurut Handono, kerusakan ekologi selama ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya petani. Karena itu, LKPP berupaya mendorong perubahan melalui gerakan konservasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.

Baca Juga:
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Polres Pekalongan Gelar Bazar UMKM dan Olahraga Bersama

Lebih lanjut, pusat pembibitan tersebut nantinya diharapkan mampu menyediakan bibit ficus unggulan yang memanfaatkan potensi tanaman lokal dari berbagai kawasan di Kabupaten Pekalongan, mulai dari wilayah pegunungan seperti Petungkriyono hingga kawasan pesisir.

Bibit ficus yang dihasilkan akan disalurkan kepada masyarakat melalui program donasi penghijauan. Di sisi lain, LKPP juga membuka kesempatan kerja sama dengan sektor swasta yang membutuhkan bibit tanaman untuk mendukung kegiatan pelestarian lingkungan.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan, KH Muhtarom, menyatakan pihaknya menyambut baik gagasan LKPP yang menitikberatkan pada upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mitigasi bencana.

Menurut Muhtarom, setelah melalui pembahasan awal, program penghijauan tersebut dinilai memiliki kesesuaian dengan pos pendayagunaan zakat untuk pengurangan risiko bencana sehingga memungkinkan untuk mendapatkan dukungan.

Ia menegaskan Baznas akan terus berupaya mendukung program-program sosial kemasyarakatan selama sejalan dengan regulasi dan ketentuan pendayagunaan zakat yang berlaku di tingkat daerah hingga nasional.

"Jadi, kami pastikan kepada masyarakat bahwa Baznas akan selalu berupaya melayani masyarakat, dengan catatan program yang diajukan memang sesuai dengan peraturan Baznas, baik di tingkat wilayah maupun Baznas pusat," pungkasnya. (*)