KETIK, SURABAYA – Masa liburan sekolah akhir tahun ajaran 2025/2026 di dunia pendidikan dijadwalkan mulai 22 Juni 2026 hingga 12 Juli 2026. Baik guru maupun murid harus benar-benar memanfaatkan masa liburan sekolah dengan sebaik-baiknya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa murid berlibur untuk mengisi energi, sedangkan guru memanfaatkan waktu untuk memperkuat kompetensi.

“Saat murid kembali ke sekolah, mereka harus bertemu dengan guru yang lebih siap, lebih kreatif, lebih inovatif dan lebih menginspirasi,” ujarnya di Surabaya pada Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut Aries, masa pendidikan Jawa Timur ditentukan oleh guru yang terus bertumbuh dan tidak pernah berhenti mengajar.

Mengapa masa libur harus dimanfaatkan? Kepala dinas alumni IPDN tersebut bahwa saat ini tantangan pendidikan semakin kompleks sehingga harus benar-benar produktif, meski sedang menjalani masa libur.

Baca Juga:
Hari ini 64 Calon Pejabat Pemprov Jatim Jalani Seleksi Penulisan Makalah hingga Wawancara, Ini Nama-namanya

Tantangannya, kata dia, pertama adalah perkembangan teknologi dan AI sengat cepat, kemudian karakter murid terus berubah, metode mengajar harus semakin menarik, guru harus terus belajar dan beradaptasi serta pembejaran harus berdampak serta bermakna.

Sedangkan, tentang target masa libur, Kadindik Aries juga menyampaikan bahwa guru lebih berkompeten dengan mengembangkan kemampuan mengajar dan pembelajaran. Berikutnya, guru harus lebih kreatif yakni melalui penyiapan inovasi pembelajaran baru. Target lainnya adalah guru harus lebih siap, terutama menyambut tahun ajaran 2026/2027 dengan penuh semangat.

“Libur bukan berhenti, tapi berkembang untuk berdampak,” tutur pejabat kelahiran Sulawesi Selatan tersebut.

Sementara itu, Aries Agung Paewai kembali menegaskan bahwa masa libur sekolah bukan hanya jeda kegiatan belajar mengajar, tetapi menjadi momentum strategis untuk penyusunan perangkat ajar, peningkatan kompetensi guru, refleksi pembelajaran, penguatan karakter pendidik serta persiapan tahun ajaran baru yang lebih berkualitas.

Baca Juga:
Edukasi Cokelat di Baloga Kota Batu, Ajak Siswa Kenali Kakao hingga Olah Jadi Minuman Lezat

“Tujuan besarnya yakni murid kembali ke sekolah dengan semangat baru, guru kembali ke kelas dengan kemampuan dan inovasi baru,” kata dia.

“Libur murid, guru bertumbuh. Murid berlibur, guru berkembang,” tambah Aries. (*)