KETIK, BATU – Berakhirnya masa libur sekolah tidak membuat Pemerintah Kota Batu mengendurkan upaya mendongkrak sektor pariwisata.

Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga arus kunjungan wisatawan tetap stabil meski memasuki periode non-high season, mulai dari memperkuat promosi digital, mengoptimalkan desa wisata, hingga mengenalkan destinasi-destinasi baru.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan promosi tetap menjadi fokus utama agar Kota Batu tetap menjadi pilihan wisata sepanjang tahun.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggandeng Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.

Sebanyak 130 mahasiswa diterjunkan untuk mendampingi sejumlah desa wisata di Kota Batu. Mereka tidak hanya membantu memperkenalkan potensi desa, tetapi juga memproduksi berbagai konten promosi yang diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi kepada calon wisatawan.

Baca Juga:
Disperkim Kota Batu Gandeng Kementerian PU, Cetak Tenaga Konstruksi Bersertifikat dan Kompeten

“Kami tetap mengintensifkan promosi. Saat ini kami mendapat dukungan dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya melalui sekitar 130 mahasiswa yang ditempatkan di bawah koordinasi Dinas Pariwisata. Mereka kami fokuskan di beberapa desa wisata untuk menggali potensi lokal sekaligus membantu membuat berbagai konten promosi agar daya tarik wisata di Kota Batu semakin dikenal,” ujar Onny.

Selain mengoptimalkan promosi desa wisata, Disparta juga mulai mendorong sejumlah destinasi yang relatif baru berkembang agar semakin dikenal masyarakat.

Menurut mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ini, keberagaman destinasi menjadi salah satu cara menjaga minat wisatawan meski bukan pada musim liburan.

“Kami juga membantu mempromosikan sejumlah destinasi baru. Harapannya, meskipun tidak sedang memasuki high season, wisatawan tetap memiliki banyak pilihan ketika berkunjung ke Kota Batu, termasuk menikmati sektor kuliner yang terus berkembang,” katanya.

Baca Juga:
Apindo Kota Batu Titip Harapan ke Sekda Alfi Nurhidayat, Minta Birokrasi Lebih Profesional

Beberapa destinasi yang mulai diperkenalkan antara lain Mikutopia dan Wisata Dusun Kuliner. Di samping itu, penyelenggaraan berbagai event di kawasan wisata dinilai mampu menjadi magnet tersendiri untuk menarik kunjungan.

“Ada beberapa destinasi baru seperti Mikutopia dan Wisata Dusun Kuliner. Selain itu, kegiatan yang digelar di Hogieland kawasan Hutan Pinus juga menunjukkan hasil yang positif. Dalam satu malam, jumlah pengunjungnya bisa menembus lebih dari seribu orang. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu upaya menjaga pergerakan wisatawan tetap tinggi,” jelasnya.

Promosi juga diperluas melalui berbagai pameran pariwisata di luar daerah. Disparta bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebelumnya mengikuti pameran pada forum Apeksi di Kota Medan sebagai bagian dari strategi memperkenalkan potensi wisata Kota Batu kepada pasar yang lebih luas.

“Kami berharap melalui promosi yang berkelanjutan, baik melalui media digital maupun berbagai pameran, Kota Batu akan semakin dikenal. Dengan begitu, kunjungan wisatawan tidak hanya ramai saat musim liburan, tetapi juga tetap terjaga sepanjang tahun,” tuturnya.

Sebelumnya, sektor pariwisata Kota Batu mencatat peningkatan kunjungan selama libur sekolah 2026. Berdasarkan rekapitulasi sementara Dinas Pariwisata, sebanyak 397.010 wisatawan tercatat mengunjungi hotel maupun destinasi wisata sepanjang periode 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Onny menjelaskan, angka tersebut masih bersifat sementara karena baru berasal dari sekitar 34,01 persen pelaku usaha pariwisata yang telah menyampaikan laporan.

“Hingga 13 Juli 2026 pukul 17.19 WIB, jumlah kunjungan sementara mencapai 397.010 wisatawan. Data itu berasal dari laporan 90 usaha akomodasi atau hotel dan 49 daya tarik wisata yang sudah masuk ke sistem kami,” pungkasnya. (*)