KETIK, MALANG – Lapas Perempuan Kelas IIA Malang resmi melepas 40 peserta magang Hub Batch 2 dalam sebuah acara seremonial yang digelar di aula internal lapas, Jumat, 22 Mei 2026.

Kegiatan penutupan berlangsung hangat dan penuh kesan, sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian para peserta setelah menjalani program pembelajaran berbasis praktik di lingkungan pemasyarakatan.

Selama masa magang, para peserta dibagi ke dalam tiga tim kerja dan tidak hanya ditempatkan sebagai pengamat, tetapi juga didorong untuk menghasilkan kontribusi nyata.

Sejumlah inovasi berhasil lahir dari program ini, mulai dari penguatan pembinaan warga binaan, pengembangan sektor budidaya, hingga pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi berbasis IT bernama SI GAWAI.

Aplikasi SI GAWAI menjadi salah satu terobosan yang paling disorot karena dinilai mampu mendukung efisiensi kerja serta membantu peningkatan kualitas layanan di lingkungan lapas.

Baca Juga:
Perkuat Stabilitas Keamanan, Lapas Perempuan Malang dan Polresta Perkuat Sinergi Pengamanan Lewat Pembaruan PKS

Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi digital yang turut diperkuat melalui kolaborasi peserta magang dengan jajaran petugas.

Kepala Lapas Perempuan Malang, Endang Margiati, memberikan apresiasi atas kontribusi para peserta yang dinilai telah memberikan dampak langsung terhadap kinerja organisasi selama program berlangsung.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi adik-adik semua yang telah banyak membantu tugas dan layanan di Lapas Perempuan Malang. Inovasi yang dihasilkan, termasuk SI GAWAI, sangat bermanfaat bagi peningkatan kinerja kami. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga di masa depan,” ujarnya.

Dari sisi peserta, Rafi selaku perwakilan menyampaikan bahwa pengalaman magang di lingkungan pemasyarakatan memberikan pembelajaran karakter yang kuat, terutama dalam hal kedisiplinan dan etos kerja.

Baca Juga:
Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Ikuti Asesmen Pendidikan Kesetaraan

“Banyak pelajaran yang kami dapatkan di sini, terutama soal disiplin kerja yang sangat ketat. Hal itu benar-benar membentuk karakter kami selama menjalani program magang,” ungkapnya.

Program magang Hub Batch 2 ini ditutup dengan capaian yang dinilai positif, baik bagi peserta maupun institusi. Pihak Lapas Perempuan Malang berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mendorong inovasi dan peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan di masa mendatang.(*)