KETIK, BATU – Sebanyak 60 atlet paralayang dari Indonesia hingga mancanegara dipastikan ambil bagian dalam Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) yang dirangkaikan dengan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2026 di kawasan Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, pada 30 Juli hingga 2 Agustus mendatang.
Selain menjadi ajang perebutan poin peringkat dunia, kejuaraan tersebut diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat Kota Batu.
Para atlet akan berlaga dalam nomor paragliding accuracy atau ketepatan mendarat dengan lintasan penerbangan dari titik take-off di Gunung Banyak pada ketinggian sekitar 1.350 meter di atas permukaan laut menuju area pendaratan di ketinggian sekitar 950 mdpl, dengan lintasan vertikal kurang lebih 1.200 meter.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan peserta yang telah terdaftar berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara di kawasan Asia, seperti Mongolia, India, dan Malaysia.
“Sebagian besar peserta memang berasal dari Indonesia. Namun tahun ini kami juga mendapat konfirmasi keikutsertaan atlet dari beberapa negara, di antaranya Mongolia, India, dan Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa event paralayang di Kota Batu terus mendapat perhatian dari komunitas internasional,” ujarnya, Selasa, 21 Juli 2026.
Baca Juga:
Meski Sudah Ditegur Wali Kota, Sejumlah Pejabat Kota Batu Masih Kuasai Kendaraan DinasMenurut Onny, penyelenggaraan BISTF yang dipadukan dengan IPAC merupakan strategi Pemerintah Kota Batu dalam mengembangkan sport tourism sekaligus memperkenalkan potensi wisata daerah kepada peserta internasional.
“Selain menghadirkan kompetisi olahraga udara, kami juga ingin memperkenalkan berbagai destinasi wisata yang dimiliki Kota Batu kepada para atlet dan ofisial. Harapannya, mereka tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga mengenal dan mempromosikan Kota Batu kepada komunitas internasional,” katanya.
Ia menjelaskan, IPAC Seri III Tahun 2026 merupakan kompetisi resmi Kategori 2 yang masuk dalam kalender World Paragliding Ranking System (WPRS).
Status tersebut membuat hasil pertandingan berpengaruh terhadap peringkat dunia para atlet sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pilot dari berbagai negara untuk ikut berkompetisi.
Baca Juga:
Viral! Penjual Kambing Kota Batu yang Disebut Mirip Yesus Ungkap Alasan BermedsosSementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, menilai tingginya minat peserta menjadi indikator bahwa Kota Batu semakin diakui sebagai destinasi sport tourism berkelas internasional.
Menurutnya, dukungan kondisi alam dan pengalaman menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan menjadi modal penting untuk terus mengembangkan wisata olahraga di daerah.
“Antusiasme peserta yang terus meningkat menunjukkan bahwa Kota Batu memiliki daya tarik yang kuat sebagai lokasi penyelenggaraan event internasional. Ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.
Cak Nur berharap penyelenggaraan BISTF dan IPAC 2026 mampu memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi dunia olahraga, tetapi juga terhadap sektor ekonomi masyarakat.
“Kami berharap pelaksanaan BISTF dan IPAC 2026 tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran atlet, ofisial, dan wisatawan diperkirakan akan meningkatkan tingkat hunian hotel, kunjungan ke destinasi wisata, hingga perputaran usaha kuliner dan UMKM lokal,” tuturnya.
Ia menambahkan, kejuaraan internasional tersebut juga menjadi momentum memperluas jejaring antarpeserta dari berbagai negara sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai kota wisata berbasis olahraga.
“Event ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperluas jejaring internasional dan mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai negara. Kami optimistis kegiatan ini akan memberikan kontribusi positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian Kota Batu,” pungkasnya. (*)