KETIK, SURABAYA – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI) Mochamad Irfan Yusuf siap mengoperasikan Bandara Dhoho di Kediri pada musim haji tahun depan. Hal ini ia sampaikan pada konferensi pers yang berlangsung di Asrama Haji Surabaya, Rabu, 1 Juli 2026.

"Kami dan tim sudah berkoordinasi untuk mencoba mengaktifkan Bandara Dhoho di Kediri. Pertama bandaranya cukup besar dan sangat layak untuk penerbangan haji, terutama pesawat-pesawat besar," katanya.

Selain itu dibukanya Embarkasi Kediri pada musim haji tahun depan, kata Gus Irfan -- sapaan akrabnya, bertujuan untuk mengurangi volume jemaah haji di Embarkasi Surabaya, khususnya di Bandara Juanda.

"Untuk mengurangi beban Asrama Haji Surabaya, juga mengurangi beban Bandara Juanda yang sangat padat," sambungnya.

Politisi Gerinda ini melanjutkan, pada saat pelaksanaan haji 2026 saja, Embarkasi Surabaya memberangkatkan 116 kelompok terbang (kloter) haji. Menurutnya jumlah tersebut sangat banyak, sehingga kerap membuat petugas kurang beristirahat.

Baca Juga:
Operasional Haji 2026 Berakhir, Menhaj Gus Irfan Yusuf Catat 367 Jemaah Wafat di Tanah Suci

"Jawa Timur ini ada 116 kloter, sehingga asrama haji ini hampir tidak pernah istirahat, enggak pernah berhenti. Itu kepala UPT sempat tumbang, masuk rumah sakit juga," jelasnya.

Maka dari itu, berdasarkan hasil evaluasi. Maka pihak Kemenhaj membuka Embarkasi Kediri. "Insyaallah nanti kami akan kurangi. Sebagian diarahkan ke Bandara Dhoho di Kediri," tegasnya. 

Sebagai informasi, Embarkasi Surabaya selama penyelenggaraan haji 2025, melayani 36.845 jemaah yang terbagi dalam 97 kloter. Sementara pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini (2026), dari total 528 kelompok terbang nasional, Embarkasi Surabaya menjadi titik keberangkatan kloter paling banyak, yakni sejumlah 116 kloter.(*)

Baca Juga:
Risiko PMK Jadi Alasan Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Dialihkan ke Palestina