KETIK, SLEMAN – Wajah keamanan dan ketertiban masyarakat di level akar rumput Kabupaten Sleman memasuki babak baru yang lebih modern, tanpa menanggalkan nilai kearifan lokal.

Sebanyak 400 orang dari 16 padukuhan di Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, secara resmi dikukuhkan sebagai Pengurus Omah Jaga Warga tingkat Kalurahan dan Pengurus Jaga Warga tingkat Padukuhan.

Prosesi sakral yang mengubah paradigma keamanan dari sekadar formalitas aparat menjadi kepedulian sosial berbasis gotong royong ini berlangsung khidmat di Gedung Serba Guna Padukuhan Sedan, Kamis malam, 18 Juni 2026.

Langkah transformatif tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati Sleman Harda Kiswaya didampingi Kasat Pol PP Sleman Indra Darmawan (paling kiri) dan Lurah Sarbini (pakai rompi) memberikan keterangan usai mengukuhkan Pengurus Kelompok Jaga Warga se-Kalurahan Sariharjo. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Baca Juga:
Genjot Kualitas Layanan Publik, Kantah Sleman Gandeng IPPAT

Kehadiran ratusan pengurus dari berbagai padukuhan mulai dari Rejodani, Ngetiran, Wonorejo, hingga Nandan menandai tonggak sejarah baru dalam tata kelola kemasyarakatan di Sariharjo.

Soliditas lintas sektor ini tampak nyata melalui kehadiran tamu undangan yang terdiri dari unsur Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), Linmas Inti, dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).

Terlebih, gerakan ini diperkuat dengan integrasi teknologi digital, di mana seluruh aktivitas dan pelaporan program difasilitasi langsung melalui portal resmi Kalurahan Sariharjo agar alur informasi berjalan cepat, transparan, dan akurat.

Garda Terdepan Peredam Konflik Sosial

Baca Juga:
Tradisi Ruwat Bumi Guci 2026 di Tegal, Simbol Syukur dan Jaga Lingkungan

Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas penguatan kelembagaan yang dinilai sangat strategis ini.

Menurut dia, dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang cepat di tengah arus modernisasi membutuhkan kehadiran Jaga Warga sebagai ujung tombak utama untuk meredam potensi gesekan sosial di tingkat bawah sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

"Ini merupakan momentum kebersamaan dan komitmen seluruh masyarakat untuk menjaga ketenteraman lingkungan. Kami bangga dan mengapresiasi seluruh anggota Jaga Warga yang telah bersedia mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya demi kepentingan masyarakat," ujar Harda di hadapan para pengurus dan tamu undangan yang memadati lokasi acara.

Bupati Harda menekankan bahwa tugas yang diemban oleh para anggota Jaga Warga bukan sekadar urusan sosial biasa, melainkan sebuah bentuk pengabdian luhur yang bernilai ibadah.

Karena itu, dia berpesan agar seluruh anggota menjalankan amanah mulia ini dengan penuh keikhlasan, integritas, dan ketulusan.

Pemerintah Kabupaten Sleman juga berkomitmen penuh untuk terus memberikan dukungan berkala melalui program peningkatan kapasitas, pendampingan teknis, serta sinergi intensif bersama Satpol PP, TNI, dan Polri.

Suasana pengukuhan Pengurus Jaga Warga Padukuhan se-Kalurahan Sariharjo, Kamis malam 18 Juni 2026 Mengenakan seragam rompi khas Jaga Warga DIY, ratusan pengurus dari 16 padukuhan tampak kompak mengikuti jalannya seluruh rangkaian acara kemasyarakatan ini dengan penuh antusiasme. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

Mata dan Telinga untuk Pembangunan Daerah

Menariknya, orang nomor satu di Kabupaten Sleman tersebut juga mengaitkan peran vital Jaga Warga dengan program pembangunan daerah yang lebih luas.

Bupati Harda meminta pengurus yang baru dilantik tidak hanya terfokus pada kondusivitas keamanan lingkungan dalam arti sempit, tetapi juga aktif memantau dan melaporkan berbagai persoalan riil di lingkungan mereka, termasuk kerusakan infrastruktur jalan yang krusial bagi konektivitas ekonomi warga setempat.

"Konektivitas antarwilayah menjadi modal penting bagi masyarakat untuk berusaha. Perekonomian akan tumbuh apabila didukung infrastruktur yang baik, terutama jalan yang layak dan memadai," tegas Harda seraya meminta warga memanfaatkan kanal pelaporan digital dengan optimal agar pemerintah daerah bisa segera melakukan percepatan tindak lanjut di lapangan.

Sinergi Kuat Dongkrak Stabilitas Wilayah

Gayung bersambut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Pemkab Sleman Indra Darmawan turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terlaksananya pengukuhan massal ini.

Indra menegaskan bahwa kelompok Jaga Warga memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam membantu tugas aparat penegak peraturan daerah (perda) untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di tengah masyarakat.

Sesuai dengan amanat Peraturan Gubernur (Pergub) DIY Nomor 41 Tahun 2023 serta Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 2020, koordinasi yang solid antara Satpol PP dan Jaga Warga adalah kunci utama pembangunan ketahanan wilayah. Pihaknya meyakini, kerja maksimal dari pengurus baru ini akan mendongkrak stabilitas dan kenyamanan di wilayah Sariharjo secara signifikan.

Sementara itu, Jagabaya Kalurahan Sariharjo Aris Mawardi beserta Lurah Sariharjo Sarbini menjelaskan bahwa keterlibatan 400 personel aktif dari 16 padukuhan ini merupakan wujud konkret komitmen pemerintah kalurahan untuk menghadirkan solusi penyelesaian masalah dengan semangat kekeluargaan.

"Jaga Warga bukan hanya bertugas menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga menjadi penguat semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Sleman," kata Lurah Sariharjo, Sarbini.

Dengan payung hukum yang kuat, Jaga Warga tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan dalam arti fisik semata. Mereka bertindak sebagai mediator konflik, penjaga stabilitas sosial, serta pendukung pembangunan kesejahteraan yang mampu mengikis rasa keterasingan masyarakat modern di lingkungannya sendiri.

Melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) malam itu, Pemerintah Kalurahan Sariharjo optimistis wilayahnya akan semakin ayem, tenteram, rukun, dan harmonis, sekaligus menjadi sarana regenerasi nilai-nilai kepedulian sosial bagi generasi muda di masa depan. (*)