KETIK, LEBAK – Rumah Sakit Misi Kabupaten Lebak, Banten saat ini menghadapi masalah keuangan yang serius. Direktur RS, Totot Moenardi, mengungkapkan bahwa rumah sakit tersebut telah mengalami kerugian hingga Rp1,2 miliar.

"Kami mencatat kerugian mencapai Rp1,2 miliar," kata Totot pada Rabu, 24 September 2025. Kerugian ini berdampak pada pembayaran Jasa Pelayanan (Jaspel) kepada para nakes, yang sudah dua bulan belum dibayar.

Pihak manajemen meminta maaf atas keterlambatan pembayaran Jaspel dan memastikan bahwa hak pegawai tetap akan dibayarkan. Namun, pembayarannya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan RS.

"Jaspel tidak dihapus, tapi harus diatur ulang sesuai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati antara karyawan dan manajemen," jelas Totot kepada wartawan, Kamis, 24 September 2025. 

Sementara itu, para nakes mendesak manajemen untuk segera memberikan kepastian waktu pencairan Jaspel. Mereka juga mempertanyakan transparansi pengelolaan dana rumah sakit.

Baca Juga:
PSSI Lebak Buka Seleksi Tim Porprov 2026, Muammar Adi Prasetya Ajak Putra Daerah Tunjukkan Kemampuan Terbaik

"Kami juga mempertanyakan transparansi pengelolaan dana rumah sakit," kata perwakilan nakes. Keterlambatan pembayaran Jaspel sangat merugikan karyawan yang telah bekerja maksimal melayani pasien. (*)

Baca Juga:
Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, Disdik Lebak Ajak Orang Tua Bangun Kedekatan Sejak Dini