Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Rahmat Rifadin

17 Apr 2026 18:59

Thumbnail Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta
Krematorium TPU Madurejo Sleman berdiri megah, hasil kolaborasi Pemkab Sleman dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang diresmikan pada Oktober 2020. (Foto: DPUPKP Sleman)

KETIK, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat komitmen pelayanan publik yang inklusif melalui optimalisasi Krematorium TPU Madurejo yang terletak di Kecamatan Prambanan.

Fasilitas pengabuan jenazah ini menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya umat Hindu di wilayah Sleman dan sekitarnya, untuk melaksanakan prosesi pemakaman yang layak, modern, dan sesuai dengan ajaran kepercayaan mereka.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Pemakaman Umum (UPTD TPU) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Retno Handayani SE, mengungkapkan bahwa keberadaan krematorium ini memiliki nilai sejarah yang mendalam bagi kerukunan umat beragama di Yogyakarta.

Selama bertahun-tahun, umat Hindu di Sleman harus menempuh perjalanan ke pusat kota untuk melaksanakan upacara pengabuan. Berdasarkan data sejarah pelayanan, masyarakat sebelumnya terpaksa meminjam fasilitas kremasi milik Kelompok Kematian Yogyakarta yang berada di daerah Pingit.

Foto Suasana ritual di bale Pawedan Krematorium TPU Madurejo, Prambanan. Fasilitas ini memadukan kemajuan teknologi mesin pengabuan dengan penghormatan terhadap tata cara adat dan agama bagi umat Hindu di Kabupaten Sleman. (Foto: Istimewa)Suasana ritual di bale Pawedan Krematorium TPU Madurejo, Prambanan. Fasilitas ini memadukan kemajuan teknologi mesin pengabuan dengan penghormatan terhadap tata cara adat dan agama bagi umat Hindu di Kabupaten Sleman. (Foto: DPUPKP Sleman)

Ketergantungan pada fasilitas di luar wilayah tersebut sering kali menjadi kendala bagi warga dalam menjalankan prosesi secara leluasa dan efisien.

Baca Juga:
Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Transformasi Layanan

Penantian panjang tersebut akhirnya terjawab melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang diinisiasi sejak kesepakatan bersama pada 27 September 2016.

Setelah melalui proses panjang termasuk perjanjian kerja sama pada Januari 2018, fasilitas ini resmi berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi milik Pemkab Sleman dan mulai dioperasikan secara penuh untuk melayani masyarakat.

Salah satu aspek paling signifikan dalam transformasi layanan di Krematorium Madurejo saat ini adalah perubahan kebijakan pembiayaan yang jauh lebih berpihak kepada rakyat.

Baca Juga:
Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Retno menjelaskan bahwa beban finansial keluarga yang berduka telah ditekan secara maksimal. Jika sebelumnya terdapat retribusi resmi sebesar Rp5.000.000 untuk setiap proses pembakaran, kini tarif retribusi tersebut telah dihapus sepenuhnya.

Foto Sosok di balik transformasi digital dan modernisasi fasilitas makam di Sleman, Retno Handayani SE. Di bawah kepemimpinannya, UPTD TPU Sleman menghadirkan layanan kremasi berteknologi tinggi yang ramah lingkungan dan bebas biaya retribusi bagi seluruh warga. (Foto: Istinewa)Retno Handayani SE. Kepala UPTD TPU Sleman menghadirkan layanan kremasi berteknologi tinggi yang ramah lingkungan dan bebas biaya retribusi bagi seluruh warga. (Foto: UPTD TPU Sleman)

"Kami ingin membantu, bukan membebani. Saat ini sudah tidak ada lagi retribusi tersebut. Ahli waris hanya menanggung BBM Pertamina Dex sebesar 100 liter dengan harga sesuai saat pelaksanaan. Untuk mencegah pungli, keluarga dipersilahkan mengecek sendiri harga BBM secara online," ujar Retno Handayani, Jumat 17 April 2026 menegaskan komitmen transparansinya.

Kebijakan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. I Nyoman, salah satu kerabat pengguna layanan yang beberapa waktu lalu mengantarkan anggota keluarganya, mengaku sangat terbantu dengan perubahan sistem ini.

"Dahulu prosesnya cukup panjang dan biaya retribusinya lumayan tinggi bagi kami. Sekarang jauh lebih sederhana. Petugasnya sangat sigap membantu administrasi, dan tempatnya sekarang sangat bersih serta nyaman untuk keluarga yang sedang berduka," tuturnya.

Kemudahan Administrasi dan Pencegahan Broker

UPTD TPU Sleman juga melakukan inovasi dalam sisi birokrasi demi membantu keluarga yang sedang berduka. Persyaratan administrasi dipangkas secara praktis menjadi tiga dokumen utama: KTP ahli waris, KTP mendiang, dan surat keterangan kematian.

Namun, Retno menekankan satu aturan tegas demi menjaga integritas pelayanan. Khusus untuk pendaftaran layanan kremasi, ahli waris wajib datang sendiri ke kantor UPTD.

Aturan ini diterapkan agar keluarga mengetahui secara langsung detail proses dan kepastian biaya operasional, guna menghindari praktik makelar atau pihak ketiga yang mencoba mencari keuntungan sepihak (broker) dari keluarga yang sedang berduka.

Berbeda dengan layanan pemakaman konvensional di mana ahli waris tidak diwajibkan hadir secara fisik saat pendaftaran, prosedur kremasi menuntut kehadiran langsung demi menjamin transparansi penuh.

Standar Teknologi

​Secara teknis, krematorium ini didesain sebagai fasilitas yang tidak hanya mumpuni, tetapi juga sangat memperhatikan dampak lingkungan. Retno menekankan bahwa pihaknya menggunakan mesin Burner dengan spesifikasi tinggi yang mampu menghasilkan suhu pembakaran antara 500°C hingga 1500°C.

Teknologi tinggi ini memastikan proses pengabuan berjalan sangat efisien dan tuntas dalam waktu yang relatif singkat.

​Keamanan lingkungan di sekitar kawasan Prambanan juga menjadi prioritas. Cerobong asap pada mesin kremasi telah dilengkapi dengan teknologi filter kasa khusus yang berfungsi menyaring partikel sisa pembakaran.

Hal ini memastikan operasional krematorium tidak menimbulkan polusi udara yang mengganggu kenyamanan warga sekitar. Selain itu, area ini kini dilengkapi dengan Bale Pawedan, Sanggah Surya, bangunan peilinggih, hingga fasilitas pendukung seperti genset 5.000 watt dan kereta jenazah yang selalu dalam kondisi siap pakai.

Operasional harian dijalankan oleh 32 petugas yang terbagi dalam empat kelompok kerja. Tenaga ahli yang dilibatkan merupakan individu pilihan yang mendapatkan rekomendasi langsung dari PHDI Daerah untuk memastikan bahwa setiap tindakan teknis tetap menghormati tata cara dan etika peribadatan.

UPTD juga menyediakan Rumah Abu bagi keluarga yang ingin menyimpan abu jenazah dengan sistem sewa yang terjangkau, yakni Rp 1.000.000 untuk tahun pertama dan Rp 500.000 untuk tahun berikutnya.

Melihat capaian yang minim keluhan dari masyarakat selama satu tahun terakhir, Retno Handayani berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Visi besarnya adalah menjadikan Krematorium Madurejo sebagai role model pelayanan pemakaman yang bersih, khidmat, dan transparan, sehingga setiap warga negara dapat melepas kepergian keluarga tercinta dengan martabat yang tinggi.(*)

Baca Sebelumnya

Pemprov Sumut Gelar Bakti Sosial Peringati HKG Ke-54 di Kabupaten Asahan

Baca Selanjutnya

Penuh Keakraban, Lima Hotel Ascent Hospitality Group Kunjungi Graha Ketik

Tags:

PHDI Sleman Krematorium TPU Madurejo Berita Sleman Info Sleman Pemkab Sleman uptd tpu sleman kremasi gratis sleman fasilitas krematorium sleman DPUPKP Sleman

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

17 April 2026 18:59

Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

Pelantikan DPN Peradi 2026-2031, Imam Hidayat Tekankan Sinergi Empat Pilar Penegakan Hukum

17 April 2026 18:43

Pelantikan DPN Peradi 2026-2031, Imam Hidayat Tekankan Sinergi Empat Pilar Penegakan Hukum

Bupati Sleman Harda Kiswaya Resmikan Jembatan Jatra Winongo Senilai Rp 1,6 Miliar

17 April 2026 10:20

Bupati Sleman Harda Kiswaya Resmikan Jembatan Jatra Winongo Senilai Rp 1,6 Miliar

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H