KETIK, MALANG – Stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang terpantau tetap kokoh dan stabil hingga Triwulan I 2026. Namun, ada yang unik dari catatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Malang Raya belakangan ini. Warga lokal tampaknya makin gemar berbelanja sekaligus makin melek dengan dunia investasi. 

Berdasarkan data terbaru dari OJK Malang, geliat ekonomi masyarakat justru didominasi oleh pembiayaan untuk kebutuhan personal alias konsumtif. Kredit konsumsi sukses menjadi motor utama (main driver) pertumbuhan kredit di Malang Raya dengan kenaikan sebesar 6,62 persen secara year-on-year (yoy). Angka ini melesat jauh melampaui pertumbuhan kredit investasi yang hanya berada di angka 3,09 persen (yoy) dan kredit modal kerja sebesar 0,49 persen (yoy). 

Secara keseluruhan, total kredit perbankan di Malang tumbuh menjadi Rp110,14 triliun. Mayoritas perputaran uang tersebut mengalir ke sektor Rumah Tangga dengan porsi mencapai 30,02 persen. Disusul kemudian oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 18,64 persen, serta Industri Pengolahan sebanyak 18,33 persen. 

Selain gemar belanja, pola pikir warga Malang dalam mengelola keuangan juga makin modern. Alih-alih hanya mendiamkan uang di tabungan konvensional, jumlah investor pasar modal di wilayah Malang Raya justru pecah rekor.

Hingga akhir Maret 2026, total Single Investor Identification (SID) atau nomor identitas resmi investor di Malang melesat tajam sebesar 56,24 persen (yoy) menjadi 476.091 SID. Menariknya, platform S-INVEST yang digunakan untuk transaksi reksa dana menjadi primadona utama di Malang dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 451.107 SID. 

Baca Juga:
Sirkuit Legendaris Kertanegara Malang Kembali Menderu Besok!

Meroketnya angka investor lokal ini tidak lepas dari gempuran edukasi yang masif dilakukan oleh OJK Malang. Tercatat, hingga akhir April 2026, OJK telah menggelar 46 kegiatan sosialisasi yang sukses menyedot perhatian hingga 82.919 peserta di wilayah Malang.

Meski ekonomi tumbuh positif, masyarakat Malang tetap diingatkan untuk selalu waspada dalam memilih platform keuangan. Sepanjang awal tahun hingga April 2026, OJK Malang telah menerima 1.384 aduan dan layanan konsumen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 623 layanan terkait industri keuangan nonbank (IKNB) dan 613 layanan berkaitan dengan perbankan. (*)

 

Baca Juga:
OJK Malang Catat Jumlah Investor Pasar Modal Meroket 56 Persen, Reksa Dana Jadi Primadona