KPU Pacitan Rencanakan Acara Dangdutan, Dikritik Mirip Kampanye Parpol

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: M. Rifat

28 Mei 2024 01:45

Thumbnail KPU Pacitan Rencanakan Acara Dangdutan, Dikritik Mirip Kampanye Parpol
Fliyer acara peluncuran tahapan Pilkada oleh KPU Pacitan yang dijadwalkan pada 8 Juni 2024 di Alun-alun Kota. (Foto: WhatsApp Grup)

KETIK, PACITAN – Rencana acara dangdutan dalam peluncuran tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Pacitan bertajuk 'Gumregah Jumangkah' tampaknya buruk di mata sejumlah pihak.

Bahkan, launching yang bakal diselenggarakan pada 8 Juni 2024 itu disebut mirip kampanye partai politik (Parpol).

Setidaknya itu kritik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat selaku penyelenggara kegiatan.

Menurut Ketua PMII Pacitan, Riko Andi Prastiawan, acara dangdutan tersebut mencoreng momen penting yang seharusnya menjadi ajang sosialisasi dan pendidikan politik bagi masyarakat.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

"Soal keputusan KPU Pacitan yang memilih hiburan dangdutan dalam peluncuran tahapan Pilkada jelas kurang pantas. Kami menilai, itu tidak mendorong adanya perbaikan moral, integritas, citra lembaga apalagi sisi pendidikan politik yang seharusnya melekat pada KPU dalam setiap tahapan," tegasnya, Selasa, (28/5/2024).

Peluncuran tahapan Pilkada, kata dia, lebih baik ditujukan untuk mensosialisasikan pentingnya partisipasi politik, menjelaskan mekanisme, aturan main, dan peran serta masyarakat agar cerdas mengikuti tahapan demi tahapan di Pilkada mendatang.

"Sepertinya KPU Pacitan sudah kehabisan ide, seolah mengedepankan sisi hiburan. Alih-alih berfokus pada edukasi pemilih, ini malah membuat citranya buruk, apalagi menggunakan duit daerah yang tidak sedikit," sergahnya.

Lebih lanjut, PMII Pacitan meminta agar KPU segera mengevaluasi acara tersebut agar lebih bermartabat, serta mengedepankan unsur pendidikan politik.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Khawatir kami pemilih bukannya bertambah ilmunya tapi malah keinget nyawer dan biduan. Jika perlu dibatalkan saja," kecamnya.

Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk lebih kritis dalam mengawasi setiap tahapan.

Sehingga, adanya gelaran Pilkada ini dapat mendorong kedewasaan berpolitik dan berdemokrasi bagi masyarakat.

"Kami harap KPU Pacitan lebih bijak lagi dalam menyusun agenda kegiatan, dengan mempertimbangkan aspek edukasi dan moral bagi generasi," imbuhnya.

Sementara, respon dari masyarakat Pacitan beragam, ada yang mendukung kecaman tersebut dan ada pula yang menganggap bahwa hiburan diperlukan untuk menarik minat masyarakat. 

Kendati demikian, mayoritas setuju bahwa acara sosialisasi semacam ini kudu lebih mengedepankan sisi edukatifnya.

"Ya agak ndak pantas memang, perlu dikroscek sasarannya apa? anak muda atau semua golongan. Terus dengan potensi adanya kericuhan yang bisa terjadi di acara dangdutan, tentunya perlu di pertimbangkan lagi," ungkap warga Solehudin (36) asal Kecamatan Pacitan.

KPU Pacitan sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait kecaman ini.

Diharapkan dalam waktu dekat KPU melakukan tindak lanjut untuk memastikan bahwa tahapan Pilkada selanjutnya bisa berjalan lebih baik dan sesuai harapan semua pihak. (*)

Baca Sebelumnya

Aksi Koboi Penembakan di Tol Waru, Ini Penyebabnya Menurut Psikolog

Baca Selanjutnya

PPIH Embarkasi Surabaya Pulangkan Satu Jemaah Haji karena Hamil 6 Minggu

Tags:

pacitan KPU Pacitan Dangdutan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar