KETIK, JAKARTA – Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Besar (PB) PMII mengajak seluruh elemen di lingkungan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) untuk mengedepankan semangat persatuan dan dialog dalam menyikapi berbagai dinamika internal yang tengah berkembang.

Ketua KOPRI PB PMII, Wulan Sari Aliyatus Sholikhah, menegaskan bahwa KOWANI selama ini telah menjadi wadah besar perjuangan perempuan Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam memperkuat peran perempuan di berbagai bidang kehidupan.

“KOWANI merupakan rumah bersama bagi gerakan perempuan Indonesia. Karena itu, penting bagi seluruh unsur di dalamnya untuk menjaga kehormatan organisasi, memperkuat semangat kebersamaan, dan memastikan perjuangan perempuan tetap berjalan demi kemaslahatan masyarakat,” ujar Wulan dalam keterangannya di Jakarta.

Menurutnya, keberadaan KOWANI memiliki nilai strategis sebagai simbol persatuan organisasi perempuan yang mampu menghimpun berbagai latar belakang, generasi, dan perspektif dalam satu tujuan besar, yakni memajukan perempuan Indonesia.

Wulan menilai, tantangan yang dihadapi perempuan saat ini semakin kompleks, mulai dari isu perlindungan perempuan dan anak, kesenjangan akses terhadap pendidikan dan ekonomi, hingga berbagai persoalan sosial yang muncul di era digital.

Baca Juga:
Calon Ketua Umum PB PMII, Gus Umam Siap Bentuk Mahasiswa Jadi Penggerak Peradaban

Oleh karena itu, ia mengaku diperlukan ruang kebersamaan yang mampu memperkuat solidaritas dan kolaborasi antarorganisasi perempuan. “Kami berharap seluruh pihak dapat mengedepankan sikap bijaksana, membuka ruang komunikasi yang konstruktif, serta menjadikan persatuan sebagai landasan utama dalam setiap langkah perjuangan,” katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi.

Namun demikian, setiap persoalan seyogianya diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang menjunjung tinggi nilai musyawarah, penghormatan terhadap aturan organisasi, serta komitmen terhadap cita-cita bersama.

Untuk itu, KOPRI PB PMII mengajak seluruh jajaran kepemimpinan dan organisasi anggota KOWANI untuk membangun komunikasi yang terbuka, memperkuat semangat rekonsiliasi, serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan kelompok maupun individu.

Ia juga meyakini bahwa para tokoh dan pemimpin perempuan di lingkungan KOWANI memiliki kapasitas serta kebijaksanaan dalam mencari solusi terbaik atas berbagai dinamika yang terjadi dengan mengedepankan nilai gotong royong dan persaudaraan.

Selain itu, Wulan mengingatkan pentingnya menjaga fokus gerakan perempuan pada agenda-agenda strategis yang berkaitan dengan pemberdayaan, perlindungan, dan peningkatan kualitas hidup perempuan Indonesia.

Menurutnya, energi kolektif organisasi akan lebih bermanfaat apabila diarahkan pada upaya menjawab berbagai tantangan yang dihadapi perempuan saat ini.

KOPRI berharap semangat islah dan rekonsiliasi dapat terus diperkuat sehingga KOWANI tetap menjadi wadah perjuangan perempuan yang inklusif, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Persatuan menjadi modal utama dalam perjuangan, sementara rekonsiliasi adalah ikhtiar untuk menjaga kesinambungan pengabdian dan sejarah panjang gerakan perempuan Indonesia,” tutupnya. (*)