KETIK, PACITAN – Empat ekor domba milik warga Dusun Jayan, Desa Bogoharjo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, ditemukan mati dalam kondisi masih utuh.
Kematian ternak tersebut diduga akibat serangan hewan buas yang mengarah pada segawon atau anjing liar.
Kondisi tersebut sempat membuat warga bertanya-tanya mengenai penyebab kematian domba.
Polisi mengimbau masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan peristiwa tersebut dengan hal gaib atau supranatural sebelum penyebabnya dipastikan berdasarkan fakta.
Kapolsek Ngadirojo AKP Andreas Hekso Soepriyo mengatakan penyelidikan sementara mengarah pada dugaan serangan anjing liar.
Baca Juga:
Dindik Pacitan Ungkap Murid Desil 1-2 Masih Bersekolah di Negeri, 9 Siswa Masuk Sekolah RakyatDugaan tersebut diperkuat laporan warga yang beberapa hari sebelum kejadian melihat sejumlah anjing berkeliaran di sekitar lokasi kandang.
"Di Dusun Jayan maupun seluruh Desa Bogoharjo tidak ada warga yang memelihara anjing," ungkap Andreas, Kamis, 27 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 05.00 WIB, Selasa, 25 Agustus 2026.
Pemilik domba, Jumangat, mendapati empat ekor dombanya sudah berada di luar kandang.
Baca Juga:
Kemarau, Hewan Buas Diduga Kelaparan hingga Tewaskan 4 Domba Warga PacitanSebelum kejadian, kandang tersebut berisi 10 ekor domba dan satu ekor kambing.
Tiga domba ditemukan mati, sedangkan satu domba lainnya sempat ditemukan dalam kondisi lemas sebelum akhirnya mati.
Berdasarkan keterangan keluarga pemilik, dua dari tiga domba yang ditemukan mati mengalami luka pada bagian alat vital dan perut.
Sementara satu domba lainnya ditemukan dalam kondisi lemas.
"Di kandang tersebut sebelumnya terdapat 10 ekor domba dan satu ekor kambing," ujar Andreas.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan juga menduga kematian empat domba tersebut disebabkan serangan hewan buas.
Kepala DKPP Pacitan Sugeng Santoso menyebut hewan yang diduga menyerang merupakan segawon atau anjing liar.
"Memang ada kematian ternak dikarenakan hewan buas," kata Sugeng saat dikonfirmasi Ketik.com, Kamis, 27 Agustus 2026.
Sugeng mengatakan serangan tersebut diduga dilakukan secara berkelompok.
Dugaan itu terlihat dari video kejadian yang diterima petugas kesehatan hewan.
"Dan itu kalau dilihat dari video kejadiannya dilakukan secara berkelompok, nggak hanya satu ekor," jelasnya.
Ia menduga kondisi kemarau turut membuat hewan liar kesulitan mendapatkan sumber pangan di lingkungan sekitar sehingga masuk ke area kandang ternak warga.
"Kemungkinan karena susah sumber pangan yang ada di lingkungannya sehingga nyasar ke kandang-kandang," ujarnya.
Kandang milik Jumangat berada cukup jauh dari rumah dan berdekatan dengan sungai.
Kondisi lokasi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam dugaan serangan hewan liar.
Meski dugaan sementara mengarah pada serangan hewan buas, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian empat domba tersebut.
Andreas meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan kandang, terutama pada malam hingga dini hari.
"Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mengaitkan kejadian tersebut dengan hal supranatural sebelum mengetahui fakta sebenarnya. Warga juga diminta lebih waspada menjaga hewan ternak," pungkasnya.(*)