Kisah Penghayat Sapta Darma Malang,  Punya Misi Wujudkan Kebahagiaan di Dunia dan Alam Langgeng

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

17 Agt 2024 10:00

Thumbnail Kisah Penghayat Sapta Darma Malang,  Punya Misi Wujudkan Kebahagiaan di Dunia dan Alam Langgeng
Kisah Budi Basuki, salah satu Penghayat Kerohanian Sapta Darma Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Hidup diantara enam agama resmi yang diakui pemerintah, tak menghalangi kebebasan hidup para Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Salah satunya Penghayat Kerohanian Sapta Darma yang memegang misi untuk mewujudkan kebahagiaan di dunia maupun alam langgeng. 

Kisah tersebut datang dari Budi Basuki, seorang Tuntunan atau pemuka di Kerohanian Sapta Darma Malang. Hidup sebagai minoritas tak menyulutkan semangat dalam menyebarkan misi itu. 

"Inti utamanya memayu hayu bagyo bawono, liripun ambudidoyo supados gesanging umat manungsa saget bahagyo ing dunyo saha ing alam langgeng. Jadi untuk menciptakan kebahagiaan di dunia maupun di alam langgeng," ujar Budi, Sabtu (17/8/2024). 

Untuk melanjutkan ajaran yang dipercayai, anak-anak dilatih sujud manembah setiap harinya. Meski penghayat Kerohanian Sapta Darma di Malang mengalami pasang surut namun ia masih menemukan masyarakat yang masih mau belajar ajaran Sapta Darma. 

Baca Juga:
Plastik dari Singkong Ini Bisa Dimakan, Karya Lulusan Terbaik ITN Malang

"Kita gak boleh memaksa. Tapi sejak kecil anak-anak kita ajarkan sujud manembah untuk mengenal kepada Sang Pencipta. Itu dari tingkat ke tingkat, ada sujud raga, rasa, dan cahaya," tambahnya. 

Dalam sujud manembah dilakukan agar penghayat lebih mengenal diri dan Tuhan yang Maha Esa. Terlebih dalam Sapta Darma terdapat ajaran inti yakni Wewarah Pitu atau tujuh arahan. 

Dalam Wewarah Pitu juga ditegaskan hubungan terhadap negara, yakni melu cawe-cawe acancut tali wanda anjaga adeging nusa lan bangsane. Atau turut serta menyingsingkan lengan baju, menegakkan berdirinya nusa dan bangsanya. 

"Kami yang pertama hubungan kepada sang pencipta secara vertikal, hubungan horizontal ke masyarakat dan negara.  Kami berikan pelajaran, negara kita negara hukum. Jangan sampai mengenal hukum Tuhan tapi tidak mengenal hukum negara atau masyarakat adat," tambahnya. 

Baca Juga:
Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Budi merasa bersyukur sebab dalam beribadah pun mereka tidak menemukan hambatan. Bahkan tak jarang terdapat kegiatan lintas iman untuk saling memahami. 

"Kami diundang ke Pondok Pesantren, Vihara, Pura, Klenteng, jadi saling mengenal. Saya mempelajari apa yang ada di dalamnya. Ternyata semua ajaran Ketuhanan yang Maha Esa itu mengajarkan kasih," tambahnya. 

Biasanya para penghayat memiliki agenda rutin untuk beribadah di masing-masing sanggar. Sanggar tersebar di beberapa lokasi, seperti Sanggar Candi Busana di Arjosari, Simpang Panji Suroso, dan lainnya. 

Perlu diketahui bahwa ajaran teesebut diturunkan setelah terjadi Perang Dunia II. Saat ini terjadi kemerosotan moral manusia, mulai dari pembantaian, bom atom, dan lainnya. 

"Maka setelah merdeka, Yang Maha Kuasa menurunkan ajaran manembah sujud di Kediri. Itu asalnya di kediri, ini manusia mengenal Tuhannya harus melihat ke diri pribadi," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Semarak HUT ke-79 Republik Indonesia, KONI Kabupaten Blitar siap Berjuang di Olimpiade Paris

Baca Selanjutnya

Perayaan Upacara 17 Agustus Ala Warga Talang Jambe Palembang

Tags:

Sapda Darma Kerohanian Sapta Darma Penghayat Kota Malang Penganut Kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar