KETIK, SURABAYA – Muhammad Saleh merupakan satu di antara korban KMP Mutiara Sentosa II yang selamat dari kebakaran. Kisahnya menyelamatkan diri dari kepulan asap pekat di kapal sungguh heroik, ia terjun dari anjungan kapal untuk menyelamatkan diri.
Bermodalkan jerigen, pria asal Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan itu berusaha bertahan di tengah. Kisah heroiknya tidak berhenti di situ, ketika terombang ada tiga penumpang kapal lainnya mengaku tidak bisa berenang.
"Tiga orang itu saya ambil bapaknya. Dia pegang pundak saya, saya bilang jangan pegang pundak nanti saya tenggelam. Saya bilang tunggu dulu pak, kan ada pelampung. Saya juga buka celana saya, ikatkan di leher. Saya gigit celana itu, terus saya bilang pegang ini pak," ceritanya.
Keempat orang itu, bersama Muhammad Saleh berenang perlahan menuju kapal pertolongan. Ia akhirnya dapat dievakuasi dari Kapal Meratus Pematang Siantar.
"Saya tidak tahu berapa lama mengapung. Tapi saya merasa jarak saya dengan kapal (penolong) agak jauh karena saya terombang-ambing. Saat berada di atas kapal (penolong) teman saya yang tidak bisa berenang langsung muntah-muntah," jelasnya.
Baca Juga:
Polda Jatim Identifikasi 5 Korban KMP Mutiara Sentosa II, Ini DaftarnyaSekarang pria 44 tahun ini menunggu satu rekannya yang masih dilakukan proses evakuasi oleh tim SAR gabungan. Ia berdoa agar bisa kembali bertemu.
Bawa 17 Kuda
Muhammad Saleh dan rekan-rekannya berangkat dari Surabaya menuju Makassar menggunakan KMP Mutiara Sentosa II untuk membawa kuda yang berjumlah 17 ekor. Kuda-kuda itu hendak diantar ke Sulawesi Selatan.
Pada saat kejadian, ia dan seluruh rekan-rekannya tidak sempat menyelamatkan hewan ternak tersebut karena kondisi sudah panik untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga:
Kepala Basarnas Mohammad Syafii Kunjungi Korban Selamat KMP Mutiara Sentosa II, Ini Katanya"Kami bawa 17 kuda. Kami bawa dari karantina, terus dibawa ke pelabuhan untuk rencana berangkat ke Makassar," jelasnya.
Cerita Ketegangan di Kapal
Rasa trauma tidak bisa hilang dari wajah Muhammad Saleh, usai dirinya mengalami kejadian kebakaran di KMP Mutiara Sentosa II. Kapal yang ia dan rekan-rekannya tumpangi untuk membawa kuda menuju Sulawesi Selatan.
Ia mengungkapkan kejadian kebakaran di kapal pada saat dirinya sedang memotong rumput yang dibawa untuk diberikan kepada kuda di atas kapal, dalam perjalanan menuju Makassar.
"Waktu itu saya sedang potong-potong rumput untuk makanan kuda. Kemudian sopir saya teriak, kebakaran. Saya mau lari naik, tidak bisa lagi karena banyak asap," ceritanya.
Karena suasana di sana gelap karena asap, Saleh kemudian membuka jendela bermaksud untuk mengeluarkan asap dari ruangan. Sekaligus agar ia bisa bernapas.
"Supaya angin juga masuk. Jadi umpamanya padat (pekat) asap itu, baru saya lari naik. Saya lihat di bawah, air, saya lompat. Tidak tahunya ada tiga orang yang ikut, tapi tidak bisa berenang. Akhirnya sama saya," pungkasnya. (*)