Kim Jong-Un Pecat Pejabat dalam Pidato di Depan Umum, Sebut Tak Berguna karena Kinerja Buruk

Editor: Muhammad Faizin

22 Jan 2026 07:04

Thumbnail Kim Jong-Un Pecat Pejabat dalam Pidato di Depan Umum, Sebut Tak Berguna karena Kinerja Buruk
Kim Jong Un Pemimpin Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea. (foto: KCNA)

KETIK, JAKARTA – Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara kembali menyita perhatian terkait gaya kepemimpinannya. Baru-baru ini, generasi ketiga pemimpin Korut itu dilaporkan memecat Wakil Perdana Menteri, Yang Sung-ho.

Yang membedakan, Kim Jong Un mengumumkan pemecatan itu secara spontan di depan khalayak saat sedang berpidato. Hal itu dilakukan saat Kim melakukan kunjungan kerja ke Kompleks Mesin Ryongsong, sebuah fasilitas industri yang memiliki peran penting dalam program modernisasi ekonomi Korea Utara.

Dikutip dari siaran kantor berita resmi pemerintah Korut -Korean Central News Agency (KCNA)- kunjungan tersebut awalnya dimaksudkan untuk meninjau hasil pembangunan tahap pertama proyek modernisasi. Dalam kesempatan itu, Kim Jong Un menyampaikan kritik keras terhadap pelaksanaan proyek dan secara langsung mengumumkan pencopotan Yang Sung-ho dari jabatannya. Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Korean Central News Agency sebagai bagian dari rangkaian kegiatan inspeksi lapangan pemimpin Korea Utara.

Menurut laporan KCNA, Kim Jong Un menilai bahwa proyek modernisasi di kompleks tersebut mengalami banyak masalah serius. Ia menyebut adanya puluhan kekurangan dalam perencanaan dan pelaksanaan, termasuk kegagalan memenuhi target produksi dan pemborosan sumber daya. Kritik itu diarahkan pada kepemimpinan Yang Sung-ho yang saat itu bertanggung jawab atas sektor industri mesin. Dalam pidatonya, Kim menyampaikan bahwa penugasan Yang pada proyek tersebut tidak menghasilkan kemajuan sebagaimana yang diharapkan oleh partai dan negara.

Baca Juga:
Tandingi Korsel, Korut Pamer Kembangkan Kapal Selam Tenaga Nuklir

Pemecatan Yang Sung-ho dilakukan di hadapan para pejabat partai, manajer pabrik, dan pekerja yang hadir di lokasi. Tidak ada indikasi dalam laporan resmi bahwa pemecatan tersebut disertai penahanan atau proses hukum lanjutan. KCNA menyebut bahwa keputusan itu diambil sebagai langkah organisasi setelah evaluasi atas kinerja proyek, tanpa menggunakan tuduhan ideologis atau politik terhadap Yang Sung-ho.

Dalam praktik pemerintahan Korea Utara, pergantian pejabat tinggi umumnya tidak diumumkan secara terbuka. Pejabat yang dicopot biasanya berhenti disebutkan dalam laporan media negara atau digantikan secara administratif tanpa penjelasan rinci. Namun, dalam kasus ini, KCNA melaporkan secara jelas bahwa Yang Sung-ho dicopot dari jabatannya di lokasi proyek, dan alasan pencopotan dikaitkan langsung dengan hasil kerja yang dinilai tidak memuaskan.

Kasus ini juga berbeda dari pembersihan politik yang pernah terjadi sebelumnya, di mana pejabat tinggi dijatuhkan dengan tuduhan pengkhianatan, faksionalisme, atau sikap anti-partai. Dalam laporan KCNA mengenai Yang Sung-ho, fokus pemberitaan berada pada masalah teknis, manajerial, dan tanggung jawab kerja. Tidak terdapat penyebutan bahwa Yang dianggap melanggar garis ideologi partai atau menunjukkan ketidaksetiaan terhadap kepemimpinan.

Pemecatan tersebut terjadi menjelang penyelenggaraan kongres besar Partai Buruh Korea, sebuah agenda politik penting yang biasanya diiringi dengan evaluasi kebijakan dan penyesuaian struktur kepemimpinan. Hingga laporan terakhir KCNA, belum diumumkan siapa yang akan menggantikan Yang Sung-ho sebagai Wakil Perdana Menteri atau pejabat yang akan mengambil alih tanggung jawab atas sektor industri mesin.

Baca Juga:
Trump Kecam Keras Wali Kota Baru New York, Sebut Zohran Mamdani Komunis

KCNA menempatkan peristiwa pemecatan ini dalam rangkaian laporan inspeksi Kim Jong Un ke berbagai lokasi ekonomi, yang kerap disertai arahan langsung, kritik, dan instruksi kebijakan. Laporan tersebut mencatat bahwa Kim Jong Un menekankan pentingnya disiplin kerja, perencanaan yang tepat, dan pelaksanaan proyek sesuai keputusan partai, khususnya dalam sektor industri yang dianggap strategis bagi perekonomian negara.

Baca Sebelumnya

Bertemu Kalangan Pengusaha Inggris, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Tarik Investasi Strategis Asing

Baca Selanjutnya

Investasi Jabar 2025 Tembus Rp296,8 Triliun, Tertinggi di Indonesia

Tags:

Kim Jong Un Korut diktator komunis

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar