KETIK, BONDOWOSO – Ketua Palang Merah Indonesia Provinsi Jawa Timur sekaligus mantan Gubernur Jawa Timur, Imam Utomo melakukan kunjungan silaturahmi ke Kabupaten Bondowoso dan bertemu langsung dengan Bupati Abdul Hamid Wahid di Pendopo Raden Bagus Assra pada Rabu, 13 Mei 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Imam Utomo turut didampingi mantan Bupati Bondowoso, Mashoed. Pertemuan berlangsung hangat sekaligus menjadi forum strategis membahas penguatan pelayanan kesehatan di Bondowoso.

Salah satu fokus utama pembahasan yakni pengembangan fasilitas PMI Bondowoso, khususnya ruang donor darah yang direncanakan terintegrasi dengan proyek perluasan rumah sakit daerah.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama PMI menilai peningkatan fasilitas tersebut penting untuk menunjang kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.

Bupati Abdul Hamid Wahid mengatakan, sejumlah opsi mulai dibahas dalam pertemuan itu, mulai dari relokasi fasilitas donor darah hingga pembangunan gedung baru yang dinilai lebih representatif dan mampu memberikan pelayanan lebih maksimal.

Baca Juga:
Sekda Aceh Tinjau Pelayanan RSUD Langsa, Pastikan Pasien Kurang Mampu Terlayani

“Kami ingin layanan PMI, khususnya donor darah, bisa lebih optimal. Karena itu, pengembangan fasilitas menjadi bagian penting yang sedang kami siapkan bersama,” ujarnya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, Kepala Baperida, Inspektur, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta jajaran pengurus PMI Provinsi Jawa Timur dan PMI Bondowoso.

Tak hanya membahas agenda kelembagaan, pertemuan itu juga berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Abdul Hamid Wahid mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Imam Utomo dan Mashoed yang telah lama dikenalnya sebagai tokoh panutan.

Baca Juga:
Kloter 85 dan 86 Resmi Dilepas, Bondowoso Kirim Duta Spiritual ke Tanah Suci

Ia mengenang hubungan yang telah terjalin sejak dirinya aktif di organisasi kepemudaan Jawa Timur saat Imam Utomo masih menjabat Gubernur Jawa Timur.

Menurutnya, kedekatan tersebut tidak hanya terbangun secara organisatoris, tetapi juga karena hubungan persahabatan kedua tokoh itu dengan keluarganya.(*)