KETIK, JEMBER – Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember yang melakukan verifikasi faktual data kemiskinan ekstrem hingga tingkat desa. Langkah tersebut dinilai mendukung upaya pemerintah pusat memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar program bantuan sosial semakin tepat sasaran.
Apresiasi itu disampaikan Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono setelah menerima laporan hasil verifikasi data yang diserahkan langsung Bupati Jember Muhammad Fawait.
Menurut Agus, pembaruan data menjadi salah satu pekerjaan penting pemerintah karena berkaitan langsung dengan berbagai program perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan.
"Kami mengapresiasi tinggi apa yang dilakukan Pemkab Jember. Pemerintah memegang mandat penuh dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan DTSEN diperbarui dan semakin akurat," ujarnya, Kamis, 25 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa keakuratan data akan menentukan efektivitas distribusi bantuan sosial maupun pelaksanaan program strategis nasional lainnya, termasuk Sekolah Rakyat.
Baca Juga:
Verifikasi Data Kemiskinan, Pemkab Jember Temukan 14.462 Penerima Bansos Tercatat Sudah Meninggal"Validitas data ini krusial agar bantuan sosial tepat sasaran serta program strategis nasional seperti Sekolah Rakyat berjalan optimal guna memutus rantai kemiskinan," katanya.
Sebagai tindak lanjut, Kemensos melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) akan melakukan proses cleansing data. Kuota bantuan yang sebelumnya tercatat atas nama penerima yang telah meninggal dunia nantinya akan dialihkan kepada warga miskin lain yang memenuhi syarat namun belum masuk daftar penerima.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki akurasi data sosial sekaligus memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sebelumnya, Pemkab Jember menemukan sebanyak 14.462 penerima bantuan sosial yang ternyata telah meninggal dunia, namun masih tercatat aktif dalam berbagai program bantuan pemerintah.
Baca Juga:
Api Harapan Masa Depan Anak-Anak Itu Kembali Menyala Bersama Sekolah RakyatMenurut Bupati Jember, Muhammad Fawait, temuan tersebut diperoleh setelah jajarannya melakukan verifikasi langsung terhadap 16.775 warga kategori miskin ekstrem atau Desil 1 dengan melibatkan ASN hingga tingkat desa.
“Pemkab Jember bergerak cepat menerbitkan 14.462 akta kematian secara massal. Data warga yang telah wafat ini tercatat masih aktif menerima berbagai bantuan, dengan rincian 10.480 jiwa penerima Bansos PBI-JK, 2.845 penerima PKH, dan 3.317 penerima Program Sembako (BPNT),” kata Gus Fawait, sapaan akrabnya.
Pemkab Jember juga berkomitmen melanjutkan verifikasi data untuk kelompok Desil 2 hingga Desil 5. Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran bantuan sosial ke depan semakin akurat dan tepat sasaran. (*)