Ombudsman Soroti Layanan Kesehatan Jember, Home Care Jadi Upaya Jemput Bola ke Warga

5 Agustus 2026 21:12 5 Agt 2026 21:12

Nur Fadli, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ombudsman Soroti Layanan Kesehatan Jember, Home Care Jadi Upaya Jemput Bola ke Warga

Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Rahmadi Indra Tektona saat disambut oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait dalam kunjungannya ke Kecamatan Sumberbaru, Rabu, 5 Agustus 2026. (Foto: Fadli/Ketik.com)

KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang menghadapi kendala untuk mendatangi fasilitas kesehatan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Home Care yang memberikan layanan kesehatan dengan mendatangi langsung rumah warga.

Program tersebut mendapat perhatian Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Rahmadi Indra Tektona saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jember, Rabu, 5 Agustus 2026. Rahmadi meninjau sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Sumberbaru, sekaligus melihat langsung pelayanan yang diterima masyarakat.

Rahmadi menilai pendekatan pelayanan kesehatan yang mampu menjangkau masyarakat hingga wilayah pedesaan merupakan hal penting. Menurutnya, pelayanan publik seharusnya tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat mengakses layanan tersebut.

"Kegiatan kami ke Jember mulai dari pagi tadi saya berjumpa dengan Pak Bupati, terus ke rumah sakit, lalu ini ke puskesmas, melihat langsung bagaimana pelayanan publik di bidang kesehatan di Kabupaten Jember. Hasil kami melihat, surprise lah, kondisinya baik sekali. Kalau bisa dikatakan, ini merupakan satu-satunya pelayanan publik yang pernah saya lihat yang bisa menyentuh langsung ke masyarakat di pedesaan," kata pria yang juga pakar hukum dari Universitas Jember (Unej) ini. 

Ia juga melihat kondisi pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan di Jember. Menurutnya, masyarakat tampak lebih tenang ketika memperoleh pengobatan karena pemerintah telah memberikan jaminan terhadap akses layanan kesehatan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pemerintah daerah perlu terus mendekatkan pelayanan kepada kelompok masyarakat yang menghadapi hambatan ekonomi maupun geografis. Bagi warga yang tidak mampu atau mengalami keterbatasan mobilitas, perjalanan menuju puskesmas atau rumah sakit dapat menjadi persoalan tersendiri.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan pemerintah daerah berupaya menjawab persoalan tersebut melalui program Home Care. Layanan ini ditujukan kepada warga miskin ekstrem yang kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan karena keterbatasan ekonomi maupun kondisi lainnya.

"Pelayanan homecare ini insyaAllah yang pertama di Indonesia, dan ini menjadi solusi bagi warga miskin ekstrem ketika mereka tidak mampu datang ke Puskesmas karena faktor biaya maupun ekonomi. Sakit nggak sakit, rutin kita samperin tiap bulan," tambahnya.

Gus Fawait menjelaskan, tenaga kesehatan akan mendatangi penerima manfaat secara rutin setiap bulan. Dengan pola tersebut, masyarakat tidak harus selalu datang ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar.

Pemkab Jember sebelumnya juga memberikan jaminan layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC). Program tersebut memastikan warga kurang mampu tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terkendala biaya.

"Hari ini sudah bisa terlihat perbaikan-perbaikan di Puskesmas, di rumah sakit, termasuk akses pelayanan bagi warga yang tidak mampu. Rata-rata mereka yang selama ini mungkin tidak berani ke Puskesmas atau rumah sakit karena faktor biaya, hari ini sudah dijamin sepenuhnya, bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis," ungkapnya.

Rahmadi sendiri menilai kualitas fasilitas kesehatan Jember menunjukkan perkembangan positif. Saat meninjau Puskesmas Sumberbaru, ia bahkan membandingkan tampilan fasilitas tersebut dengan klinik swasta di Jakarta.

"Kalau catatan menurut saya ini sudah bagus. Kita lihat sendiri bentuknya di depan itu sudah ngalah-ngalahi klinik swasta yang ada di Jakarta," ujarnya.

Menurut Rahmadi, peningkatan kualitas fasilitas dan perluasan akses pelayanan dapat menjadi modal bagi Jember untuk menjadi contoh penyelenggaraan pelayanan publik. Ia menilai pengalaman Jember dapat dipelajari daerah lain agar pelayanan pemerintah semakin dekat dengan masyarakat.

"Pak Presiden sendiri kan bicara kalau pelayanan publik adalah ujung dari negara ini. Jember bisa menjadi contoh atau standar kesehatan tuh seperti apa, standar pendidikan tuh seperti apa, sehingga bisa jadi contoh di tempat-tempat lain," paparnya.

Selain Home Care dan layanan kesehatan gratis, Pemkab Jember juga memperluas akses pelayanan administrasi kependudukan melalui kantor kecamatan. Pemerintah daerah menilai pendekatan pelayanan hingga tingkat wilayah menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan layanan publik yang lebih merata bagi masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia ORI Rahmadi Indra Tektona Home Care Home Care Jember Pemkab Jember Bupati Jember Muhammad Fawait Gus Fawait