Kemenag Kabupaten Blitar Dirundung Rentetan Masalah Kekerasan di Sekolah, Oknum Guru Terjerat Kasus Pencabulan

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

30 Okt 2024 14:47

Thumbnail Kemenag Kabupaten Blitar Dirundung Rentetan Masalah Kekerasan di Sekolah, Oknum Guru Terjerat Kasus Pencabulan
MIN 1 Blitar, Desa Olakalen, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Rabu 30 Oktober 2024. (Foto: Favan/ketik.co.id)

KETIK, BLITAR – Lingkungan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar kembali diguncang dengan rentetan kasus kekerasan.

Setelah kasus tewasnya siswa akibat dilempar kayu berpaku oleh seorang guru yang belum selesai proses hukumnya, kini muncul kasus baru yang tidak kalah menghebohkan.

Seorang guru MIN 1 Blitar di Desa Olakalen, Kecamatan Selorejo, berinisial Mjn (56), diduga mencabuli salah satu siswinya di dalam ruang kelas.

Polisi kini melakukan penyelidikan atas dugaan tindakan tidak senonoh tersebut. Beberapa saksi diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Dugaan modus yang dilakukan oleh pelaku adalah memanggil korban dalam kondisi sepi di ruang kelas sebelum melakukan perbuatan tak pantas.

Setelah kejadian, pelaku dilaporkan meminta korban agar tidak menceritakan hal tersebut kepada siapapun. Namun, korban yang masih polos akhirnya melaporkan kejadian ini kepada orang tuanya.

Menanggapi laporan tersebut, orang tua korban segera mengadukan peristiwa ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blitar. Polisi pun bergerak cepat memulai penyelidikan dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait.

Kasus ini turut dibenarkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasipenma) Kemenag Kabupaten Blitar, Syaikul Munib, yang menyatakan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang berjalan.

Baca Juga:
PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

“Kami menghormati proses hukum. Perkembangannya, polisi masih memeriksa para saksi,” ujar Munib, Rabu 30 Oktober 2024.

Munib juga mengakui bahwa kasus pencabulan ini bukan satu-satunya yang terjadi di sekolah-sekolah berbasis agama di bawah naungan Kemenag Kabupaten Blitar.

Sebelumnya, beberapa kasus serupa terjadi, termasuk kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang siswa di Kunir beberapa bulan lalu, serta kasus tewasnya seorang santri akibat pengeroyokan.

Kasus paling anyar adalah tewasnya seorang siswa yang diduga dilempar kayu berpaku oleh gurunya hingga meninggal dunia.

Munib mengungkapkan bahwa pihak Kemenag telah berupaya melakukan pengawasan dan penyuluhan secara rutin setiap bulan untuk mencegah kekerasan di lingkungan sekolah. Namun, kejadian-kejadian tersebut tetap terulang.

“Tidak kurang-kurang pihak Kemenag melakukan pengawasan, toh kejadian tetap ada,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu guru MIN 1 Blitar, Umi Alfiatun, juga membenarkan adanya dugaan kasus pencabulan tersebut, namun ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut sesuai arahan kepala sekolah.

“Iya, benar ada pencabulan di sekolah ini. Namun, gimana-gimananya kami juga belum tahu karena sama Bu kepala sekolah kami dilarang memberikan keterangan pada siapapun,” ujarnya.

Kepala sekolah MIN 1 Blitar, Hj Ernawati Khusnul, meminta seluruh stafnya untuk tidak memberikan pernyataan kepada media mengenai kasus ini, sehingga menambah kesan tertutup yang menjadi sorotan publik.(*)

Baca Sebelumnya

5 Coffee Roastery Terbaik di Bali, Surga Baru Bagi Pecinta Kopi Lokal

Baca Selanjutnya

BRI Beri Fasilitas untuk UMKM Perluas Pasar Internasional, Yuk Gabung!

Tags:

Blitar Kabupaten Blitar MIN 1 Blitar kasus Dugaan Pencabulan siswi Kemenag Kementrian Agama Heboh

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

10 April 2026 13:50

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

9 April 2026 12:45

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

7 April 2026 18:44

Minibus Tertabrak KA Majapahit di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Wlingi Blitar, Dua Orang Luka

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar