Kobaran api yang berada tepat di tepi jalan Negara (nasional)  yang menghubungkan Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam ini sempat membuat sejumlah pengendara menghentikan laju kendaraannya karena khawatir api membahayakan keselamatan.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah musim kemarau yang memang kerap memicu kebakaran di kawasan jalan Nasional Liku Endikat.

Hampir setiap musim kemarau, wilayah ini menjadi salah satu titik yang sangat rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum menjalar lebih luas hingga ke area perkebunan warga di Dusun Mingkik, Keluraha  Atubg Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagar Alam.

Baca Juga:
Video Call Pamer Alat Kelamin Marak, Pelajar-Pegawai Apotek di Pacitan Jadi Korban

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam beserta personel ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Juarsyah, sopir Angkutan Umum Lahat - Pagaralam yang saat itu melintas di lokasi, mengatakan api berkobar tepat di pinggir jalan sehingga membuat para pengguna jalan memilih berhenti sementara.

"Apinya tepat berada di tepi jalan di liku Indikat. Karena khawatir membahayakan kendaraan, kami terpaksa berhenti sampai api menjauh dari badan jalan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pagar Alam, Herman, mengatakan laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti oleh timnya  dengan mengerahkan personel ke lokasi.

Baca Juga:
Jelang HUT RI ke-81, Pedagang Bendera di Rangkasbitung Mulai Ramai Berjualan, Penjualan Masih Lesu

"Pasukanya sudah turun dan api berhasil dipadamkan. Namun yang kami khawatirkan, kebakaran bisa kembali terjadi karena kondisi di lokasi cukup ekstrem, mengingat terdapat jurang yang dalam di sekitar kawasan tersebut," katanya.

Meski api telah berhasil dipadamkan, pihak Damkar Kota Pagar Alam  tetap mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Hermanj juga mengimbau warga maupun pengguna jalan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi rumput dan semak kering.

"Kami juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Saat ini sedang musim kemarau sehingga potensi kebakaran lahan akibat puntung rokok sangat tinggi," tegasnya.

Pemerintah berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif dengan melakukan pencegahan akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.