KDM Marah Besar kepada Wong Cilik, Lupa Falsafah Hidup Siliwangi

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

5 Jun 2025 16:42

Thumbnail KDM  Marah Besar kepada Wong Cilik, Lupa Falsafah Hidup Siliwangi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat Nganjang ka Warga di Desa Sukamandi Jaya Kec Ciasem, Kab Subang, Rabu (28/5/25). (Foto: tangkapan layar)

KETIK, BANDUNG – Kemarahan besar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM kepada wong cilik supporter Persikas yang nota bene pendukungnya juga dikiritisi aktivis LSM.

Ngamuk KDM tersebut dinilai sebagai bentuk arogansi yang mencerminkan sikap yang jauh dari falsafah hidup Siliwangi yaitu silih asah, silih asih dan silih asuh. Hal itu disampaikan Ketua Lingkaran Intelegensia Nusantara Hernawan kepada pers di Bandung, Rabu 4 Juni 2025.

“Mungkin KDM sudah lupa falsafah hidup Siliwangi yang sering disampaikannya sendiri dalam berbagai kesempatan pidato,” kata Hernawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, KDM marah besar kepada sekolompok pencinta klub sepakbola Persikas karena membentangkan spanduk bertuliskan Persikas di sebuah acara Nganjang ka Warga di Desa Sukamandi Jaya Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang pada Rabu malam (28/5/2025).

Baca Juga:
Pemprov Jabar Beri Pendampingan Warga Korban Kasus TPPO di NTT

Saat itu, KDM mengamuk dari posisi awalnya duduk langsung berdiri dan menunjuk sekumpulan fans Persikas. Para suporter Persikas yang kena marah besar KDM pun langsung dibawa ke kantor polisi setempat untuk diperiksa.

“Ga mikir kamu. Ini forum saya, bukan Persikas. Dan Persikas bukan urusan saya. Kamu anak muda ga punya otak,” ungkap Dedi sambil berteriak kencang dan menunjuk orang-orang tersebut yang sebenarnya pendukung KDM juga.

Menurut Hernawan, pada forum terbuka seperti itu, KDM sebaiknya bisa tampil lebih bijak dan tidak emosional. Apalagi sebagai pemimpin Jawa Barat, KDM sering mengutip ajaran para leluhur tentang pentingnya bersikap welas asih kepada rakyat.

“Saat KDM mengamuk itu, buat saya, telah menjadi tontonan buruk yang tak enak dilihat. KDM tampak sangat temperamental dengan emosi yang tak terkendali. Saya sedih, karena yang dimarahi itu adalah orang kecil gara-gara masalah yang sangat sepele,” ungkapnya.

Baca Juga:
Polres Subang Amankan Penipu Ratusan Juta Rupiah, Ngaku Stafsus Gubernur Jabar ke Pacarnya

Hernawan mengaku sangat maklum jika kemarahan itu akibat dari hinaan, cacian atau fitnah dari warga kepada KDM. Hanya karena membentangkan spanduk Persikas sejumlah fans nya harus dimurkai, KDM sudah berlebihan.

Jika cara KDM dalam memimpin seperti ini terus berlangsung, ia memprediksi masa bulan madu KDM dengan rakyat bisa berakhir lebih cepat. Apalagi, dalam kontek ekpektasi mayoritas warga Jabar kepada KDM yang sangat tinggi.

“Harus diingat, apapun yang dilakukan KDM itu harus berujung pada hasil. Dan jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan besar rakyat, baik masalah kesejahteraan maupun pembangunan, maka kemesraan KDM dengan warga Jabar akan memasuki masa kadaluarsa,” tegasnya.

Karena itulah, Hernawan mengingatkan KDM untuk segera introspeksi diri. Ia harus segera mengingat kembali falsafah Jawa yang juga sering dia kutip. Yaitu ajaran Tri Tangtu dan Papat Kalima Pancer.

Salah satu dari ajaran itu, jelasnya, tentang Pancer Praja Jayaningrat, bahwa kekuatan seorang pemimpin terletak pada kemampuannya membahagiakan rakyat. Termasuk, Manunggaling Kawula Gusti, yaitu ajaran untuk menyatukan diri dengan sang Maha Pencipta.

“Kalau spiritualitas KDM sudah sampai pada maqom itu, harusnya dia tak lagi terpancing emosinya dengan mengumbar banyak energi yang tak perlu hanya karena masalah sepele,” kata Hernawam.(*)

Baca Sebelumnya

PT S2P PLTU Cilacap dan Mitra Serahkan Hewan Kurban ke Masyarakat

Baca Selanjutnya

Momentum Bulan Bung Karno, Baktiono Ingatkan Pentingnya Pemuda bagi Bangsa Indonesia

Tags:

GUBERNUR JABAR dedi mulyadi persikas kdm wong cilik

Berita lainnya oleh Iwa AS

Disbud Kabupaten Bandung Kini Punya Jingle Resmi Karya Seniman Lokal

19 April 2026 13:13

Disbud Kabupaten Bandung Kini Punya Jingle Resmi Karya Seniman Lokal

Bupati Bandung: Tidak Perlu Kirim Karangan Bunga, Cukup Upacara dan Sidang Paripurna

18 April 2026 20:44

Bupati Bandung: Tidak Perlu Kirim Karangan Bunga, Cukup Upacara dan Sidang Paripurna

Bupati Bandung Bakal Bangun 15 Jembatan Baru di Atas Sungai Cisunggalah

18 April 2026 16:41

Bupati Bandung Bakal Bangun 15 Jembatan Baru di Atas Sungai Cisunggalah

Wisatawan Australia Kepincut Borondong di Bandung Bedas Expo 2026

18 April 2026 16:06

Wisatawan Australia Kepincut Borondong di Bandung Bedas Expo 2026

Bunda Pajak Emma Dety Ajak Kader PKK Kabupaten Bandung Jadi Duta Pajak di Lingkungan Masyarakat

18 April 2026 15:30

Bunda Pajak Emma Dety Ajak Kader PKK Kabupaten Bandung Jadi Duta Pajak di Lingkungan Masyarakat

Usai Buka Bandung Bedas Expo 2026, Bupati KDS Langsung Tinjau Lokasi Banjir

17 April 2026 15:34

Usai Buka Bandung Bedas Expo 2026, Bupati KDS Langsung Tinjau Lokasi Banjir

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend