KETIK, LEBAK – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melakukan monitoring langsung kesiapan kegiatan sunatan massal dan cek kesehatan gratis di Puskesmas Citorek, Desa Citorek Tengah, Rabu, 15 April 2026.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala Bidang SDK, Farmasi dan POM Dinkes Lebak, Endang Komarudin, sebagai bagian dari persiapan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan hingga elemen masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Endang menegaskan bahwa kehadirannya merupakan tindak lanjut instruksi pimpinan daerah untuk memastikan kegiatan berjalan optimal.
“Saya diinstruksikan oleh Pak Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya untuk memastikan kegiatan ini berjalan dengan lancar. Kami hadir langsung untuk melihat kebutuhan masyarakat dan memastikan kesiapan pelaksanaan sunatan massal di Citorek,” ujar Endang Komarudin.
Baca Juga:
33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan InovasiIa menambahkan, pihaknya bersama tim berangkat dari Rangkasbitung sejak pagi hari demi memastikan kesiapan di lapangan.
“Kami berangkat dari Rangkasbitung pukul 08.30 WIB dan tiba di Citorek sekitar pukul 11.00 WIB. Ini bagian dari komitmen kami untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan benar-benar siap,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Citorek, sekaligus Ketua adat kesepuhan Kampung Cilebang Sobang, H. Dede, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap program tersebut.
“Alhamdulillah, sampai saat ini sudah ada 25 peserta yang mendaftar untuk mengikuti sunatan massal, dan mayoritas berasal dari masyarakat Citorek,” ujarnya.
Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban TerbanyakKegiatan bertajuk “Sunatan Massal dan Cek Kesehatan Gratis” ini merupakan hasil kolaborasi antara Puskesmas Citorek, Amprak Citorek, Kumacitor, serta pemerintah desa setempat.
Program ini dibuka sejak 1 April dan akan ditutup pada 19 April 2026, dengan berbagai fasilitas yang disediakan, seperti sunat gratis, uang saku, kontrol kesehatan selama satu minggu, bingkisan, hingga sertifikat.
Di tempat yang sama, Ketua Amprak Citorek, Fauzi Nurholig, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah nyata dalam membantu masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.
“Kegiatan ini menurut saya sangat mulia. Ini adalah bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat kecil. Meskipun sederhana, dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan bersama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Ketika ada kegiatan yang bertujuan untuk kebaikan dan kebermanfaatan, maka sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mendukungnya tanpa melihat latar belakang,” ujarnya.
Fauzi turut mengingatkan agar seluruh pihak tidak terpengaruh isu negatif yang dapat mengganggu niat baik kegiatan sosial tersebut.
“Kami tidak ingin niat baik ini justru disalahartikan. Maka penting bagi kita untuk tetap menjaga kekompakan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar,” katanya.
Selain itu, ia berharap adanya peningkatan fasilitas kesehatan di Puskesmas Citorek guna menunjang pelayanan yang lebih maksimal.
“Harapan kami ke depan, pelayanan di Puskesmas Citorek semakin baik, fasilitasnya semakin lengkap, termasuk alat kesehatan. Karena saat ini penyakit di masyarakat sudah semakin kompleks,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen untuk terus berkolaborasi demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Citorek.
“Mari kita bersama-sama menjaga kekompakan dan terus berkolaborasi agar Puskesmas Citorek bisa semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)