Kasus Bullying Naik, Komisi II DPRD Pacitan: Jadi Alarm Serius

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

14 Nov 2025 16:56

Thumbnail Kasus Bullying Naik, Komisi II DPRD Pacitan: Jadi Alarm Serius
Sekretaris Komisi II DPRD Pacitan, Arifin saat memberikan pernyataan terkait peningkatan kasus bullying di Pacitan, Jumat, 14 November 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Kasus bullying di Pacitan mengalami peningkatan sepanjang 2025.

Hingga awal November, tercatat lima laporan masuk ke dinas terkait.

Angka ini dinilai sebagai sinyal bahwa upaya perlindungan anak masih membutuhkan langkah yang lebih progresif.

Sekretaris Komisi II DPRD Pacitan, Arifin, menyampaikan bahwa kenaikan laporan tersebut tidak bisa dianggap biasa.

Baca Juga:
Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam Hari

Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh siswa.

“Kenaikan laporan kasus bullying menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Sekolah harus menjadi zona aman bagi siswa,” pintanya, Jumat, 14 November 2025

Ia menilai, pola penanganan bullying di Pacitan harus diperbarui.

Bullying bukan lagi dianggap sebagai tindakan iseng atau konflik ringan antarsiswa, melainkan persoalan serius yang memiliki dampak panjang terhadap psikologis anak.

Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan merumuskan langkah pencegahan yang lebih inovatif, tidak hanya bertumpu pada regulasi atau imbauan yang bersifat normatif.

Dindik disebut perlu masuk lebih dalam dan lebih kreatif untuk mendekatkan perlindungan anak pada praktik yang nyata.

Arifin juga menegaskan bahwa perlindungan anak bukan tugas satu instansi saja.

Sekolah, orang tua, pemerintah daerah, hingga masyarakat harus terlibat dalam gerakan bersama.

Sebagai contoh, ia mendorong sekolah rutin menggelar simulasi atau kelas tematik tentang anti-bullying, etika berinteraksi, hingga pengetahuan soal konsekuensi hukum bagi pelaku kekerasan.

Edukasi kepada orang tua pun perlu diperluas agar pencegahan berjalan beriringan antara sekolah dan keluarga.

Dengan begitu, siswa tidak hanya diingatkan, tetapi memahami sepenuhnya konsekuensi atas tindakan yang mereka lakukan.

“Jika kasus naik, langkah penanganan juga harus ikut naik. Tidak bisa hanya menunggu laporan datang. Dindik perlu hadir lebih dekat dan lebih kreatif dalam memberi perlindungan nyata bagi anak-anak,” ujar Arifin.

Ia berharap dorongan ini mampu melahirkan ekosistem sekolah yang jauh lebih aman, terbuka, dan responsif terhadap persoalan kekerasan.(*)

Baca Sebelumnya

Taman Tjerme Malang Masih Asri, Gramophone dan Mobil Tua yang Tetap Terjaga Kebersihannya

Baca Selanjutnya

‎SuksesTangani Stunting, Kota Batu Dapat Insentif Rp5,5 Miliar dari Kemenkes

Tags:

DPRD Pacitan Kasus Anak Pacitan Bullying Pacitan Dindik Pacitan kekerasan anak perlindungan anak

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H