Kadin dan HKTI Lumajang Usulkan Hama Tikus Ditetapkan sebagai KLB Pertanian

Jurnalis: Abdul Fatah
Editor: M. Rifat

8 Jul 2024 05:48

Thumbnail Kadin dan HKTI Lumajang Usulkan Hama Tikus Ditetapkan sebagai KLB Pertanian
Dampak serangan hama tikus pada tanaman jagung di Lumajang (Foto: Abdul Fatah/Ketik.co.id)

KETIK, LUMAJANG – Luasan serangan hama tikus terhadap padi sudah mencapai lebih dari 200 hektar. Beberapa hari terakhir bahkan mulai menyerang tanaman jagung.

Dua komuditas penting yang diserang puluhan ribu hama tikus akan menyebabkan petani gagal panen.

Ketua Kadin Lumajang Agus Setiawan berharap agar Pemkab Lumajang segera menjadikan serangan hama tikus ini, sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) bidang pertanian, sehingga penanganannya  bisa serentak dengan melibatkan anggaran dari Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang.

"Mau ada serangan hama atau tidak, Pemkab seharusnya menyiapkan anggaran untuk KLB. Sehingga pada saat terjadi serangan hama seperti ini, Pemkab Lumajang bisa mengambil langkah cepat untuk mengatasi. Jangan sampai hama sudah meluas seperti ini, Pemkab tidak bergerak dengan alasan anggaran," kata Agus Setiawan.

Baca Juga:
Gelar Buka Bersama, Ketua Kadin Lumajang Ingatkan Efisiensi

Foto Agus Setiawan, Ketua KADIN LumajangAgus Setiawan, Ketua KADIN Lumajang (Foto: Dok. Pribadi)

Sementara itu Ketua HKTI Lumajang Ishak Subagyo, menjelaskan hama tikus sudah menyerang tanaman padi di sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Kunir, Sumbersuko, Jatiroto, Pasrujambe, Candipuro, dan sebagian Rowokangkung.

"Kalau berdasarkan laporan yang masuk ke kita (HKTI=red) perkiraan hama tikus ini sudah menghabiskan  sekitar 200 hektar lebih. Bahkan sekarang sudah mulai menyerang tanaman jagung," kata Ishak Sugagyo.

Untuk tanaman jagung serangan hama tikus sudah mulai terjadi di Kecamatan Tempeh, Kunir, Pasrujambe dan Candipuro.

Baca Juga:
HKTI Bersama TNI dan Ponpes Kyai Syarifudidn Gelar Spirit Ramadan Dengan Tanam Pohon

"Sekarang ini sedang musim berkembang biak tikus, sehingga jumlahnya sangat banyak. Biasanya tikus-tikus kecil atau anakan, giginya harus digunakan untuk mengerat. Jadi tidak selalu makan padi atau jagung, tapi mengerat yang bisa merusak batang," jelas Ishak Subagyo.

Maka salah satu solusinya dilakukan pengendalian serentak dengan obat khusus, yang harganya sekitar Rp 100 ribu perkilogram.

Terkait penanganan ini, Agus Setiawan mengatakan, jika dari awal dianggarkan maka hama tikus ini bisa dilokalisir sejak awal.

"Begitu terjadi pada luasan kecil, penanganannya harus cepat dan serentak pada kawasan yang terkena serangan hama tikus, sehingga tidak meluas seperti sekarang ini," tegas Agus Setiawan.

Baca Sebelumnya

Pelàyanan PLN Rayon Besuki Dinilai Buruk, Ini Keluhan Sejumlah Pelanggan

Baca Selanjutnya

Upgrading Trainer Program Digital Skills Mampu Ciptakan Inovasi Teknologi

Tags:

KLB Pertanian Agus Setiawan Ishak Subagyo HKTI Lumajang kadin Lumajang

Berita lainnya oleh Abdul Fatah

Empat Raperda Dibahas di DPRD Lumajang, Salah Satunya Raperda Soal Irigasi

13 April 2026 18:04

Empat Raperda Dibahas di DPRD Lumajang, Salah Satunya Raperda Soal Irigasi

Pertumbuhan Ekonomi Lumajang Naik Dibandingkan Tahun 2024, Ini Angkanya

11 April 2026 20:15

Pertumbuhan Ekonomi Lumajang Naik Dibandingkan Tahun 2024, Ini Angkanya

Saluran Lapor Bupati Lumajang Dipenuhi Keluhan Masalah Kelangkaan LPG 3 Kg

8 April 2026 13:44

Saluran Lapor Bupati Lumajang Dipenuhi Keluhan Masalah Kelangkaan LPG 3 Kg

Mahmud S.H.  Pengacara H. Ngateman Angkat Bicara Terkait Somasi Primkopol Lumajang

6 April 2026 14:57

Mahmud S.H.  Pengacara H. Ngateman Angkat Bicara Terkait Somasi Primkopol Lumajang

Pergantian Pengurus Primkpol Lumajang Berbuntut Selisih Piutang Usaha Senilai Rp3,2 Milliar

6 April 2026 12:49

Pergantian Pengurus Primkpol Lumajang Berbuntut Selisih Piutang Usaha Senilai Rp3,2 Milliar

Sampai Saat Ini, Hanya DPRD Lumajang Yang Merespon Tuntutan Warga Terkait Dugaan Pelanggaran PT. Kalijeruk Baru

4 April 2026 02:26

Sampai Saat Ini, Hanya DPRD Lumajang Yang Merespon Tuntutan Warga Terkait Dugaan Pelanggaran PT. Kalijeruk Baru

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar