KETIK, SIDOARJO – Balai Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, dibanjiri warga pada Minggu (3 Mei 2026), tokoh masyarakat yang juga Kades Buncitan Mujiyono tewas dengan leher terjerat selang air. Beredar kabar santer bahwa perangkat desa itu tewas karena gantung diri. Muncul juga dugaan Mujiyono menjadi korban pembunuhan.

Minggu sore, sekitar pukul 16.00, warga desa di kawasan timur Kabupaten Sidoarjo itu berduyun-duyun menuju Balai Desa Buncitan. Dari luar ruang kantor balai desa, terlihat sosok pria yang sangat mereka kenal. Kades Mujiyono.  

Semua bermula saat seorang petugas kebersihan bernama Khozim datang hendak bersih-bersih kantor. Lelaki 55 tahun tersebut melihat pintu Balai Desa Buncitan terbuka. Namun, lampunya tidak menyala. Dari luar masih terlihat gelap.

”Biasanya kalau saya datang, pintunya masih tutup. Tapi, ini sudah buka, motornya Pak Kades ada di luar,” kata Khozīm kepada petugas.

Khozim pun masuk. Dia melihat Pak Kades duduk di kursi sofa panjang. Mengenakan celana jins dan kaus oblong. Diam. Khozim pun mengira Kades Mujiyono sedang istirahat saja. Lama tak terdengar suara, Khozim pun mencoba memanggil pria yang sudah dia kenal akrab itu.

Baca Juga:
Bupati Subandi dan Forkopimda Dukung Percepatan Pendirian Koperasi Desa Merah Putih di Sidoarjo

”Saya panggil kok tidak ada jawaban. Lampu saya nyalakan, Pak Lurah sudah tidak bergerak,” ujarnya.

Betapa kagetnya Khozim. Dia curiga ada yang tidak beres dengan Kades Buncitan Mujiyono. Cepat-cepat Khozim keluar untuk minta bantuan Purwanto, ketua RW setempat. Bersama pria 49 tahun tersebut Khozim masuk untuk memastikan kondisi Kades Buncitan Mujiyono.

”Saya diajak masuk. Setelah dicek bersama, memang benar Pak Lurah sudah meninggal dunia,” ungkap Purwanto.

Yang menjadikan mereka bertanya-tanya, Kades Buncitan itu meninggal dalam kondisi yang tidak lazim. Ada selang air menjerat lehernya. Saat petugas Polsek Sedati, Polresta Sidoarjo, tiba di lokasi. Posisi Kades Buncitan Mujiyono juga masih duduk dengan posisi yang sama. Lehernya masih terjerat selang plastik.

Baca Juga:
Ramadan 1447 H Segera Tiba, Bupati Subandi Ajak Jaga Stabilitas Sidoarjo

Hingga berita ini ditulis, jajaran Polsek Sedati dan Polresta Sidoarjo masih melakukan penyelidikan. Termasuk, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menghimpun keterangan dari sejumlah saksi. Dugaan sementara, Kades Buncitan, Sedati, Sidoarjo, meninggal karena bunuh diri.

Namun, peristiwa tragis tersebut memunculkan berbagai spekulasi yang menunggu hasils pengusutan resmi kepolisian jajaran Polresta Sidoarjo. Kapolsek Sedati AKP Masyita Dian menegaskan, jajarannya bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat.

Anggota Polsek Sedati, Polresta Sidoarjo, masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban. Sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara.

”Saat ini kami fokus pada pengumpulan bukti serta keterangan saksi. Semua kemungkinan masih terbuka dan belum ada kesimpulan resmi,” ujar kepada wartawan.

Kapolsek Sedati AKP Masyita Dian menambahkan, proses identifikasi dan pemeriksaan lanjutan masih dilakukan oleh tim dari Polresta Sidoarjo. Hasilnya akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab pasti meninggalnya korban. Apakah benar bunuh diri atau ada kemungkinan lain.

Di kalangan warga, dugaan bunuh diri juga masih menimbulkan tanda tanya. Tapi, mereka juga tidak berani menduga-duga kemungkinan lain. Semua masih menunggu hasil penyelidian resmi aparat kepolisian di jajaran Polresta Sidoarjo. (*)