Jokowi: Waspadai Perubahan Iklim, Bencana Naik 81 Persen

Jurnalis: Marno
Editor: Rudi

2 Mar 2023 06:46

Headline

Thumbnail Jokowi: Waspadai Perubahan Iklim, Bencana Naik 81 Persen
Presiden Joko Widodo saat sambutan pembukaan Rakornas Bencana di Jakara, Kamis (2/3/2023) (Tangkapan layar kanal Youtube Sekretariat Presiden)

KETIK, JAKARTA – Setelah masa pandemi Covid-19, yang paling ditakuti di dunia adalah masalah perubahan iklim. Pernyataan ini disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana di Jakarta, Kamis (2/3/2023).

"Apa yang ditakuti oleh dunia saat ini bukan lagi pandemi, bukan lagi perang, tetapi yang lebih mengerikan, yang ditakuti semua negara adalah perubahan iklim," ujar Jokowi, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

"Perubahan iklim menyebabkan frekuensi bencana alam di dunia naik drastis. Indonesia menempati tiga teratas paling rawan bencana," ungkap Jokowi di hadapan kepala daerah seluruh Indonesia, Kapolri, panglima TNI, kepala BNPB, kepala BPBD, hingga relawan.

Jokowi merinci frekuensi bencana alam di Indonesia meningkat 81persen. Pada tahun 2010, ada 1945 bencana pada 2022,  menjadi 3.544 bencana.

Baca Juga:
Bupati Bandung Instruksikan Kecamatan Margahayu Tangani Persoalan Banjir Secara Pentahelix

"Bencana ini  tak hanya urusan banjir, gunung api meletus, tanah longsor, tapi yang sering terjadi gempa bumi," ujarnya.

Karena itu, kata Jokowi semua lembaga terkait harus tetap siaga dan waspada dalam hal tahap pra bencana, tahap tanggap darurat, maupun pasca-bencana.

"Kita sering sibuk pada tahap tanggap darurat pas bencana, padahal yang lebih penting tahap pra bencana. Bagaimana cara mengedukasi masyarakat, memberi pelatihan, apa langkah-langkah yang harus dilakukan bila terjadi bencana. Ini untuk meminimalisasi korban dan kerugian," ujarnya.

Jokowi menegaskan, untuk mengantisipasi bencana pentingnya peringatan dini, memberi pelatihan kepada masyarakat, serta penataan ruang dan kontruksi. "Masa ada wilayah yang sering terjadi gempa, tanah longsor dan tsunami masih didirikan bangunan di situ, seperti di Palu," ujarnya.

Baca Juga:
Akademisi NU Unej Tawarkan Kajian Peta Prioritas Mitigasi Banjir di Situbondo

Untuk memgantisipasi dampak gempa, Jokowi meminta lembaga terkait perizinan untuk mengarahkan masyarakat untuk membangun rumah dengan kontruksi anti-gempa. 

"Seperti gempa Turki korban jiwa 51 ribu orang dan ribuan masih hilang. Ini terjadi karena gedung-gedung yang tinggi maupun rumah warga tak memenuhi kontruksi anti-gempa," jelasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Jember Sigap Cegah Inflasi Daerah Menjelang Ramadan

Baca Selanjutnya

Rupiah Terpuruk di Level Rp15.261 Per Dolar AS

Tags:

Presiden Jokowi Rakornas Penanggulangan Bencana Perubahan iklim bencana naik 81 persen Gempa Bumi Longsor gunung meletus banjir

Berita lainnya oleh Marno

Rebranding, Zest Jadi Swiss-belexpress Jemursari Surabaya dengan Spirit Baru

9 April 2026 18:20

Rebranding, Zest Jadi Swiss-belexpress Jemursari Surabaya dengan Spirit Baru

Peduli Pelestarian Lingkungan, BRI Bantu Bibit Tanaman untuk Kelompok Tani di Medokan Ayu

6 April 2026 10:15

Peduli Pelestarian Lingkungan, BRI Bantu Bibit Tanaman untuk Kelompok Tani di Medokan Ayu

Bisikan Perjamuan Terakhir Masuk Empat Terbaik  Festival Film di Prancis

1 April 2026 18:40

Bisikan Perjamuan Terakhir Masuk Empat Terbaik Festival Film di Prancis

Kinerja Solid, Laba Bersih Bank Jatim Naik 20,65 Persen Jadi Rp1,54 T pada 2025

31 Maret 2026 15:29

Kinerja Solid, Laba Bersih Bank Jatim Naik 20,65 Persen Jadi Rp1,54 T pada 2025

Festival Ramadan Doble Track SMAN 1 Panji Raih Omzet Rp 39,8 Juta

17 Maret 2026 20:36

Festival Ramadan Doble Track SMAN 1 Panji Raih Omzet Rp 39,8 Juta

Awas Penipuan Modus File .APK Jelang Lebaran, BRI Imbau Nasabah Waspada

16 Maret 2026 21:05

Awas Penipuan Modus File .APK Jelang Lebaran, BRI Imbau Nasabah Waspada

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar