KETIK, SURABAYA – Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada Kamis malam, 7 Mei 2026, dibuat heboh. Penyebabnya, seorang jemaah calon haji (JCH) dikabarkan kabur dari asrama haji.

JCH berusia 60 tahun asal Jombang itu kabur saat hendak menempati kamar masing-masing sebelum keesokan harinya berangkat menuju Bandara Juanda untuk melanjutkan perjalanan ke Baitullah.

Kabar mengenai satu calon haji yang kabur dibenarkan oleh Ketua Kloter 62 asal Jombang, Hasanuddin Joyolampit. Ia menerangkan, saat ini satu jemaahnya itu sudah berada di Rumah Sakit Menur Surabaya untuk mendapatkan perawatan.

"Insyaallah sudah dibawa ke Rumah Sakit Menur. Di sana saat ini diobservasi dan masih menunggu hasil observasi. Dokter pendamping juga ada di sana," katanya pada Jumat, 8 Mei 2026.

Hasanuddin menceritakan, penyebab salah satu jemaahnya kabur dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya karena merasa tidak nyaman lantaran tidak satu kamar dengan istrinya.

Baca Juga:
MBG di Surabaya Berhenti Sementara, Emil Dardak Berikan Penjelasan

"Pertama memang saat masuk ke kamar mungkin tidak nyaman dan tidak mau bergabung dengan teman-temannya, lalu minta pulang saja," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hasanuddin mengetahui permintaan jemaahnya itu usai yang bersangkutan mengutarakan keinginannya secara langsung untuk satu kamar dengan istrinya.

“Mintanya satu kamar dengan istri. Berangkatnya memang sama istrinya,” lanjut Hasanuddin.

Saat proses membawa jemaah tersebut ke RS Menur, situasinya juga tak kalah tegang. Penyebabnya, jemaah tersebut sempat menolak untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Baca Juga:
Kabar Baik! Sambut HJKS ke-733 Pemkot Surabaya Hapus Denda Sewa Rusun 3 Bulan

Namun, pihak keluarga berhasil meredam dan membujuknya untuk dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, untuk keputusan apakah jemaah tersebut dapat berangkat ke Tanah Suci, Hasanuddin mengaku masih menunggu keputusan dokter setelah proses observasi selesai dilakukan.

“Ini nanti masih melihat hasil observasi yang disampaikan dokter. Kewenangannya ada di dokter,” pungkasnya. (*)