Jaga Arah Pembangunan, DPRD Kota Malang Dorong Musrenbang Responsif Masalah Perkotaan

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

5 Feb 2026 07:44

Thumbnail Jaga Arah Pembangunan, DPRD Kota Malang Dorong Musrenbang Responsif Masalah Perkotaan
Pemerintah dan DPRD Kota Malang berfoto bersama perwakilan warga usai membahas Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Lowokwaru, pada 4 Februari 2026 sebagai bagian dari penyelarasan aspirasi masyarakat dengan arah perencanaan pembangunan daerah. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – DPRD Kota Malang mempertegas perannya dalam menjaga arah pembangunan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Hal tersebut agar musrenbang dapat menampung usulan yang sesuai dengan kondisi masyarakat sekaligus responsif terhadap masalah perkotaan.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyoroti Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Lowokwaru. Menurutnya Kecamatan Lowokwaru menjadi salah satu representasi dari persoalan urban di Kota Malang.

Berbagai persoalan Kota Malang tercermin di dalamnya, mulai dari kepadatan penduduk, tingginya jumlah pendatang, kemacetan, dan lainnya. Masalah tersebut dapat muncul akibat banyaknya perguruan tinggi di Kota Malang yang berada di wilayah Kecamatan Lowokwaru. 

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Foto Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita saat menghadiri Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Lowokwaru pada 4 Februari 2026 memastikan arah perencanaan pembangunan daerah sesuai kebutuhan warga. (Foto: Lutfia/Ketik)Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita saat menghadiri Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Lowokwaru pada 4 Februari 2026 memastikan arah perencanaan pembangunan daerah sesuai kebutuhan warga. (Foto: Lutfia/Ketik)

Amithya menjelaskan bahwa setiap kecamatan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk itu usulan yang muncul di musrenbang dan juga pemecahan masalah tentu akan berbeda dengan kecamatan lainnya.

"Permasalahan urban banyak di Kecamatan Lowokwaru. Ada banyak kampus, pendatang yang membuat permasalahan perkotaan di sini semakin banyak. Mestinya dengan musrenbang kita bisa melihat ada beberapa perbedaan usulan di tiap kecamatan," ujar Mia, Rabu 4 Februari 2026.

DPRD Kota Malang Soroti 5 Isu Krusial Masalah Perkotaan

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Amithya menjelaskan terdapat 5 isu krusial yang selama ini menjadi perhatian DPRD Kota Malang. Persoalan tersebut mulai dari konflik sosial, drainase, pengelolaan sampah dan lingkungan, penguatan UMKM untuk perekonomian lokal, hingga masalah parkir dan lalu lintas.

Kelima persoalan tersebut turut terjadi dan dialami di Kecamatan Lowokwaru akibat tingginya mobilitas penduduk dan keberagaman latar belakang yang ada di masyarakat. 

"Kelima hal ini mestinya menjadi perhatian kita. Harus kita pikirkan banget, harus punya program-program dan kebijakan yang mengena di masing-masing kurikulun atau kebutuhan setiap kecamatan," ujar perempuan yang akrab dipanggil Mia.

Musrenbang menjadi instrumen strategis untuk memastikan pembangunan daerah tidak berjalan tanpa arah. Melainkan memiliki basis terhadap persoalan konkret yang dihadapi masyarakat di tingkat paling bawah. 

Mia menjelaskan bahwa Musrenbang harus menjadi ruang pemetaan kebutuhan di setiap kecamatan. Ia menilai apabila perencanaan pembangunan dilakukan secara seragam, membuat arah pembangunan semakin tidak optimal.

"Contoh, persoalan di Lowokwaru dan Kedungkandang pasti jauh berbeda. Mungkin secara infrastruktur di sini sudah lebih lengkap, tetapi mungkin maintenancenya perlu ditekankan. Sehingga bisa jawab kebutuhan masyarakat," katanya.

Sinkronisasi Musrenbang Kota Malang dengan Muskelsus RT Berkelas

Mia juga menyoroti pentingnya memastikan bahwa Musrenbang di tingkat kota berjalan seiringan dengan Musyawarah Kelurahan Khusus (Muskelsus) pembahasan program RT Berkelas. 

Sebagai informasi, Muskelsus RT Berkelas menjadi realisasi dari salah satu program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang. Dalam Muskelsus RT Berkelas, membahas permasalahan krusial yang dialami oleh masyarakat di tingkat RT. 

Menurut Mia, sinkronisasi kedua program menjadi hal yang krusial agar arah pembangunan tidak terputuh antara kebutuhan masyarakat dengan kebijakan Pemkot Malang.

"Program Pak Wali dan Wawali Kota Malang pasti terus dimutakhirkan, ada penyempurnaan. DPRD sudah memberi catatan supaya lebih spesifik lagi nanti RT Berkelas. Agar bisa menjawan dan feasible untuk diusung oleh Ketua RT," jelas Mia.

Tanpa adanya penyelarasan dengan Musrenbang Kota, realisasi program RT Berkelas tidak akan berjalan optimal. Mia mendorong agar mekanisme RT Berkelas dapat disusun lebih terarah. 

Penting untuk membentuk klasifikasi usulan yang telas dan terarah, antara program pemberdayaan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarananya. Untuk itu diperlukan kamus yang berbeda namun memiliki benang merah yang sama antara Musrenbang Kota dan juga Muskelsus RT Berkelas.

"Jadi betul-betul menjawab permasalahan yang ada dialami di scope terkecil di lingkungan apa namanya masyarakat Kota Malang. Mestinya ada perbedaan kamus supaya lebih terarah," tuturnya.

Mia mengungkapkan melalui kamus yang berbeda, masing-masing Ketua RT dapat mengetahui rambu-rambu yang digunakan dalam memberikan usulan untuk program RT Berkelas. 

"Ini kan kita belum cek lagi seperti apa pemetaannya sehingga ketika masyarakat atau para Ketua RT ini mengusulkan, mereka sudah tahu nih rambu-rambunya, berada di koridor mana. Nah, ini mungkin yang perlu diperjelas lagi," tegas Mia.

Dorongan Menjaga Keseimbangan Aspirasi Warga dan Arah Kebijakan Pemerintah

Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan bahwa Musrenbang harus menjadi jembatan atas aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan Pemkot Malang. Kebijakan yang dibentuk tidak dapat hanya bertumpu pada regulasi dari atas atau top down. Namun harus berpijak pada kebutuhan nyata di masyarakat, buttom up.

Keseimbangan tersebut dapat terwujud salah satunya dengan kamus pedoman antara Musrenbang Kota dan juga Muskelsus RT Berkelas. Untuk itu masukan dari Muskelsus RT Berkelas yang telah terlaksana akan menjadi bahan evaluasi demi penyempurnaan program selanjutnya.

"Namanya kebijakan itu kan ada untuk dievaluasi. Jadi masukan itu pasti ada dan kita mendengarkan sehingga ke depannya kita bisa bersama-sama untuk lebih menyempurnakan lagi," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa menjaga kesinambungan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat sangatlah penting. Melalui Musrenbang, kedua pendekatan tersebut diharapkan mampu berjalan berseiringan sebagai instrumen strategis.

"Saya harapkan nanti dalam penyususnan Musrenbang untuk mendasari RKPD 2027 betul-betul menjadi suatu usulan prioritas yang bisa kita realisasikan," kata Wahyu.

Wahyu juga berpesan agar usulan Musrenbang RKPD 2027 juga sejalan dengan visi-misi Pemkot Malang. Melalui pendekatan yang seimbang, ia berharap perencanaan pembangunan yang tak hanya terstruktur secara administratif namun berdampak langsung bagi masyarakat dapat terwujud.

"Jangan lupa juga kita punya visi-misi yang harus kita jabarkan, menjadi dasar kita untuk bisa membuat RKPD 2027. Jadi secara hierarki tidak bertentangan dengan yang di atasnya. Selain itu juga dengan seimbang antara kebijakan yang top down dan buttom up," tutur Wahyu. (*)

Baca Sebelumnya

Aceh Timur Genjot Pembangunan Huntara, Progres Capai 1.568 Unit

Baca Selanjutnya

Pemkab Asahan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M di Masjid Agung Kisaran

Tags:

DPRD Kota Malang Kota Malang Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita Musrenbang RKPD 2027 RKPD pembangunan daerah Rencana Pembangunan

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar