KETIK, JAKARTA – Pahlawan di balik sukses Kanada melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Stephen Eustaquio, buka suara soal golnya ke gawang Afrika Selatan. Ia menyebut, gol ini merupakan buah kerja keras seluruh penggawa Kanada pada pertandingan tersebut.

"Kami bekerja keras untuk meraih kemenangan ini. Kami benar-benar ingin mempersembahkan kemenangan ini kepada seluruh warga Kanada,” katanya. 

“Kami terus percaya, terus berjuang, dan saya rasa kami tidak bisa membayangkan hasil yang berbeda. Saat saya menendang, saya merasa semua orang ikut menendang bersama saya. Semua orang menambahkan sedikit tenaga ke tendangan itu dan bola pun masuk ke gawang,” sambung Eustaquio.

Itu adalah gol pertama Eustaquio untuk Kanada sejak akhir 2023, dan gol keempatnya di tanah Amerika setelah mencetak tiga gol di Piala Emas CONCACAF 2021, serta mungkin gol terpenting dalam kariernya. Namun, bahkan di momen bersejarah ini saat memastikan kemenangan babak gugur pertama Kanada sepanjang sejarah, Eustaquio sudah menatap ke depan.

“Ini dimulai saat kami lolos dari babak penyisihan grup,” katanya mengenai keyakinan tim bahwa mereka mampu meraih kemenangan. "Menurut saya, dalam babak gugur Piala Dunia, keyakinan memainkan peran besar. Dan kini kami akan menghadapi Maroko atau Belanda, dan siapa tahu, di hari yang tepat, kami bisa menciptakan keajaiban, tutur Eustaquio.

Baca Juga:
Brasil Hadapi Jepang, Laga Penentu Tiket 16 Besar di Houston

“Kami memiliki tim yang istimewa, kami merasa seperti saudara. Ketika kami saling berjuang satu sama lain, hal-hal istimewa bisa terjadi. Saya sangat gembira – tapi pekerjaan ini belum selesai," ia menambahkan.

Sebelumnya, pertandingan babak 32 besar pertama Piala Dunia FIFA 2026™ ini menghadirkan banyak kisah – debut di babak gugur, kemenangan bersejarah bagi Kanada, kembalinya Alphonso Davies di tempat ia mengalami cedera 15 bulan lalu – serta gol Stephen Eustaquio pada menit ke-92, yang membuat para pendukung mereka di Los Angeles Stadium bersorak gembira.

“Ini laga yang sulit, saya rasa kami tidak bisa melihat [waktu] pertandingan. Saya tidak pernah melihatnya. Saya melihatnya saat jeda minum untuk mengetahui berapa lama waktu yang tersisa, tapi saat saya mencetak gol, saya tahu itu sudah mendekati akhir,” tandasnya. (*)
 

Baca Juga:
Pesan Tegas Plt. Bupati Tulungagung Saat Lepas Tim Piala Presiden: Ini Berangkat Berjuang, Bukan Rekreasi!